Cagar Budaya Pabrik Indarung I Diharapkan Jadi Pusat Seni dan Budaya Skala Internasional

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyebutkan Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I Semen Padang, Sumatra Barat, yang menjadi tonggak sejarah perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu sudah seharusnya berpikir untuk menjadi pusat seni dan budaya berskala internasional.

Dia menyampaikan untuk menjadikan Pabrik Indarung I sebagai pusat seni dan budaya berskala internasional itu, perlu untuk menyelenggarakan event yang dikenal dengan Indarung Biennale setiap dua tahun dengan melibatkan seniman dari Indonesia dan berbagai negara. Bila hal itu terwujud, maka Indarung I akan semakin dikenal dunia, dan memberikan dampak positif bagi daerah.

“Sekarang itu, perlu ada terobosan di kawasan Pabrik Indarung I ini, karena ada potensi yang dikembangkan menjadi ruang atau kantong kebudayaan,” katanya, Rabu (24/6/2026).

Dia menyebutkan bangunan dan kawasan bekas pabrik semen tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni, seperti pameran seni rupa, instalasi, pertunjukan tari, teater, sastra, dan beragam aktivitas kebudayaan lainnya. Namun, perlu ada revitalisasi kawasan yang harus dilakukan terlebih dahulu, agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara aman, layak, dan berkelanjutan. 

“Hal yang paling penting adalah ruang-ruang cagar budaya ini direvitalisasi terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih layak, lebih baik, dan menjadi lebih hidup,” ujarnya.

Bicara soal revitalisasi, lanjut Fadli, Kementerian Kebudayaan pada tahun ini sedang melaksanakan revitalisasi terhadap sejumlah cagar budaya di Indonesia. Melalui program revitalisasi ini, dia menilai revitalisasi tersebut bisa turut dilakukan di beberapa tempat di Pabrik Indarung I.

Baca Juga

  • Nasib Cagar Budaya di Kala Arah Pembangunan Ugal-ugalan
  • Percepat Perlindungan Warisan Budaya, Pemerintah Tambah 430 Cagar Budaya Nasional
  • Bupati Siak Tutup Sementara Cagar Budaya Tangsi Belanda Usai Insiden Lantai Ambruk

Terlebih, Pabrik Indarung I memiliki nilai sejarah penting, karena pabrik yang mulai beroperasi pada 1910 itu menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri semen, serta pembangunan berbagai infrastruktur di Indonesia. Meskipun telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional dan dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal.

“Saya sudah dua kali melihat langsung Pabrik Indarung I. Kawasan ini memang sudah dimanfaatkan, tetapi belum optimal. Karena itu, simposium ini penting untuk merumuskan pemanfaatannya, terutama bagi kepentingan kebudayaan,” sebutnya.

Dengan luas kawasan sekitar lima hektare, lanjutnya, Pabrik Indarung I mampu menampung berbagai kegiatan seni dan budaya berskala besar. Salah satunya, penyelenggaraan pameran seni rupa dua tahunan dalam format Indarung Biennale. 

“Saya sudah berbicara dengan Kepala Galeri Nasional. Kami berharap dapat menyelenggarakan Indarung Biennale dengan mengundang perupa dari berbagai negara,” kata dia lagi.

Fadli mencontohkan pemanfaatan bangunan bersejarah dalam penyelenggaraan Venice Biennale di Italia yang lokasinya di Arsenale, dan merupakan kompleks bekas galangan kapal dan gudang persenjataan yang kemudian dialihfungsikan menjadi ruang pameran. 

"Konsep serupa dapat diterapkan di Indarung Biennale dengan menonjolkan karakter industri yang menjadi kekuatan dan pembeda dari kegiatan tersebut," ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, Pabrik Indarung I bukan sekadar bangunan tua, tetapi saksi lahirnya industri semen modern di Indonesia, sekaligus bagian penting dari perjalanan pembangunan bangsa. 

“Nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya berupa struktur fisik, tetapi juga memori kolektif, warisan teknologi, sejarah sosial, serta identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Menurutnya pelestarian Pabrik Indarung I sebagai warisan industri membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. 

Oleh karena itu, PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan kawasan ini agar menjadi pusat pembelajaran sejarah industri, destinasi wisata edukasi, serta kebanggaan Sumatra Barat dan Indonesia. 

“Harapan kami, Pabrik Indarung I dapat menjadi contoh sukses bagaimana warisan industri dikelola secara modern tanpa kehilangan nilai sejarah, karakter, dan autentisitasnya,” tutup Fadli.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Panas! Debat Mikhael Sinaga Vs Ade Darmawan soal Roy-Tifa Ditawari RJ Kasus Ijazah Jokowi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Sarwendah Resmi Daftar Aduan ke KPAI, Tuntut Hak Asuh dan Nafkah Anak
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
3 Calon Pengelola Koperasi Nelayan Meninggal Saat Latihan Dasar Militer
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Istri Korban Penganiayaan di Labura Ungkap Dugaan Keterlibatan Oknum TNI
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kesaksian Gus Din: Mantan Pembenci Jokowi yang Kini jadi Loyalis Sejati
• 10 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.