JAKARTA, DISWAY.ID – Gerakan koperasi kredit (credit union) dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penguatan ekosistem koperasi nasional, termasuk mendukung keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah dikembangkan pemerintah.
Karena itu, koperasi kredit didorong tidak hanya fokus pada pertumbuhan aset dan bisnis, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam penguatan tata kelola, pendidikan anggota, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Krisdianto, saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
BACA JUGA:Buka Pekan Kreatif Nusantara 2026, Dirut LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi
Kegiatan yang mengusung tema "Re-Ideologisasi, Transformasi, dan Resiliensi Gerakan Koperasi Kredit Indonesia Menuju 2070" ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus, pengawas, manajemen, dan delegasi dari 34 Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) dari seluruh Indonesia.
Selain RAT, kegiatan juga dirangkaikan dengan Open Forum, Seminar Nasional, Wisata Edukatif, Pameran Hasil Usaha Anggota, dan Festival Budaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur Linus Lusi, Ketua Pengurus INKOPDIT Wara Sabon Dominikus, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, para penasihat INKOPDIT Robby Tulus dan Untung Tri Basuki, S.H., serta jajaran pengurus dan pengawas INKOPDIT.
Mewakili Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Krisdianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada gerakan koperasi kredit Indonesia yang selama puluhan tahun telah menjadi salah satu pilar penting penguatan ekonomi rakyat.
BACA JUGA:LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Ambil Peran Strategis di Industri Gula Nasional
Menurutnya, koperasi kredit terbukti mampu membangun kemandirian anggota melalui sistem keuangan berbasis gotong royong yang sehat dan berkelanjutan.
“Bapak Menteri Koperasi sebenarnya sangat ingin hadir bersama seluruh insan koperasi kredit Indonesia. Beliau bahkan secara khusus menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan gerakan koperasi kredit yang selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Krisdianto.
Ia mengungkapkan bahwa Menteri Koperasi memiliki kesan yang sangat positif terhadap perkembangan koperasi di Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan berbagai kunjungan kerja yang dilakukan, NTT dinilai sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan koperasi terbaik di Indonesia.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP, LPDB Koperasi Siap Kawal Koperasi Jadi Motor Ekonomi Rakyat
- 1
- 2
- 3
- »





