HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Musim baru belum dimulai, tetapi wajah PSM Makassar sudah berubah drastis. Satu per satu pemain yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Pasukan Ramang mulai meninggalkan klub. Ada yang memilih mencari tantangan baru, ada pula yang kontraknya berakhir tanpa kesepakatan perpanjangan.
Bagi suporter PSM, situasi ini mungkin menghadirkan perasaan campur aduk. Di satu sisi ada kesedihan karena harus berpisah dengan pemain-pemain yang sudah akrab dengan identitas tim. Namun di sisi lain, tersimpan harapan akan lahirnya kekuatan baru di bawah komando pelatih anyar, Darije Kalezic.
Kini, semua mata tertuju kepada pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut.
Manajemen PSM tampaknya memberikan kepercayaan penuh kepada Darije untuk menyusun skuad musim 2026/2027. Tidak hanya menentukan kebutuhan tim, tetapi juga memilih sendiri pemain-pemain yang dianggap cocok dengan filosofi permainannya.
Keputusan itu menjadi sinyal bahwa PSM sedang memulai sebuah proyek besar.
Bukan sekadar memperbaiki beberapa sektor, melainkan membangun ulang fondasi tim secara menyeluruh.
Tanda-tandanya sudah terlihat jelas.
Setidaknya enam pemain dipastikan meninggalkan klub. Nama-nama seperti Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, Alex Tanque, Ricky Pratama, Sulthan Zaky, dan Daffa Salman sudah resmi berpisah dengan Pasukan Ramang.
Daftar tersebut kemungkinan masih akan bertambah.
Victor Dethan terus dikaitkan dengan klub lain. Sementara dua pemain asing yang selama ini menjadi tulang punggung tim, Yuran Fernandes dan Gledson Paixao, juga santer dirumorkan akan melanjutkan karier di tempat berbeda.
Jika seluruh rumor itu menjadi kenyataan, maka Darije akan mewarisi skuad yang mengalami perubahan besar dalam waktu singkat.
Tetapi justru di situlah tantangan sekaligus peluangnya.
Darije bukan pelatih yang asing dengan proses membangun tim dari awal. Saat pertama kali datang ke Makassar beberapa tahun lalu, ia juga menghadapi situasi yang tidak jauh berbeda.
Kini, kesempatan itu datang kembali dengan skala yang lebih besar.
Pertanyaan terbesar yang muncul kemudian adalah bagaimana wajah baru PSM akan dibentuk?
Salah satu jawabannya berada pada regulasi pemain asing.
Untuk musim Super League 2026/2027, kompetisi masih mempertahankan kuota maksimal 11 pemain asing dalam setiap skuad.
Regulasi tersebut membuka peluang bagi klub untuk membangun kekuatan dengan komposisi internasional yang lebih besar dibanding era sebelumnya.
Menariknya, manajemen PSM menyatakan siap mendukung penuh keputusan sang pelatih.
Jika Darije ingin menggunakan seluruh kuota pemain asing yang tersedia, klub siap menyediakan anggaran yang diperlukan.
Artinya, untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, PSM memiliki kesempatan membangun skuad dengan komposisi asing yang lebih lengkap.
Namun Darije tentu tidak akan asal memilih.
Dari rumor yang berkembang, ada pola menarik mengenai pemain-pemain yang masuk radar Pasukan Ramang.
Nama pertama adalah Sergio Aguero.
Bukan striker legendaris Argentina, melainkan gelandang serang asal Brasil yang musim lalu bermain bersama Kanchanaburi FC di Thailand.
Statistiknya memang tidak terlalu mencolok. Dalam 18 pertandingan, ia hanya mencatatkan satu assist.
Namun pemain seperti Sergio biasanya dinilai bukan hanya dari angka.
Gelandang kreatif sering kali berperan membuka ruang, mengatur tempo permainan, dan menghubungkan lini tengah dengan lini depan. Peran yang selama ini beberapa kali menjadi titik lemah PSM ketika menghadapi lawan yang bermain rapat.
Nama kedua adalah Reuven Niemeijer.
Jika dibandingkan Sergio, profil pemain asal Belanda ini jauh lebih mencuri perhatian.
Pada usia 31 tahun, ia masih menunjukkan produktivitas luar biasa bersama De Graafschap di kasta kedua Belanda.
Musim lalu, ia mencetak 19 gol dan empat assist dalam 36 pertandingan.
Untuk ukuran seorang gelandang serang, angka tersebut tergolong sangat impresif.
Kehadiran pemain seperti Niemeijer akan memberikan dimensi berbeda bagi permainan PSM.
Ia bukan hanya kreator serangan, tetapi juga ancaman nyata di depan gawang lawan.
Kemampuan mencetak gol dari lini kedua merupakan kualitas yang selama ini cukup langka di skuad Pasukan Ramang.
Lalu ada nama yang paling menarik perhatian.
Sarpreet Singh.
Dibanding dua nama sebelumnya, pemain asal Selandia Baru ini memiliki profil yang paling mentereng.
Namanya pernah tercatat sebagai bagian dari sistem pengembangan salah satu klub terbesar di dunia, Bayern Munich.
Meski lebih banyak bermain untuk Bayern II, pengalaman berada dalam lingkungan sepak bola elite Eropa tetap menjadi nilai yang sangat tinggi.
Di usia 27 tahun, Sarpreet masih berada dalam fase matang sebagai pesepak bola profesional.
Ia memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang serang, winger kiri, maupun winger kanan.
Karakter tersebut sangat cocok dengan kebutuhan sepak bola modern yang menuntut fleksibilitas tinggi.
Meski statistiknya bersama Wellington Phoenix musim lalu tidak terlalu spektakuler dengan dua gol dan satu assist, kualitas pemain seperti Sarpreet sering kali tidak tercermin sepenuhnya melalui angka.
Visi bermain, teknik individu, dan kemampuan mengambil keputusan menjadi nilai yang membuatnya menarik.
Jika diperhatikan, ketiga nama yang dirumorkan memiliki satu kesamaan.
Mereka semua beroperasi di area kreatif.
Ini menunjukkan bahwa Darije Kalezic tampaknya sedang mencari solusi untuk meningkatkan kreativitas serangan PSM Makassar.
Musim lalu, Pasukan Ramang beberapa kali mengalami kesulitan ketika harus membongkar pertahanan lawan yang bermain disiplin.
Karena itu, kehadiran pemain yang mampu menciptakan peluang dari lini tengah menjadi kebutuhan mendesak.
Namun pembangunan skuad tidak hanya berhenti di sektor kreativitas.
PSM juga masih membutuhkan tambahan di lini belakang, sektor sayap, dan kemungkinan penyerang baru apabila beberapa pemain asing benar-benar hengkang.
Artinya, pekerjaan Darije Kalezic masih sangat panjang.
Kedatangannya ke Makassar dalam waktu dekat bukan sekadar agenda seremonial memperkenalkan pelatih baru.
Itu akan menjadi awal dari proses besar membangun ulang identitas Pasukan Ramang.
Suporter mungkin harus bersabar.
Skuad musim depan hampir pasti akan berbeda dengan tim yang mereka lihat musim lalu.
Akan ada wajah-wajah baru. Akan ada pemain asing baru. Akan ada sistem permainan baru.
Tetapi di balik semua perubahan itu, tujuan akhirnya tetap sama.
Membawa PSM Makassar kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia.
Dan untuk mewujudkan ambisi tersebut, Darije Kalezic kini memegang kendali penuh atas proyek yang paling menentukan masa depan Pasukan Ramang dalam beberapa tahun terakhir.





