7 Peristiwa 10 Muharram yang Dialami Para Nabi di Hari Asyura dan Sejarahnya

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita
7 Peristiwa 10 Muharram yang Dialami Para Nabi di Hari Asyura dan SejarahnyaNasional | inews | Kamis, 25 Juni 2026 - 20:17Dengarkan Berita

JAKARTA, iNews.id - Peristiwa 10 Muharram yang dialami para nabi di Hari Asyura dikenal sebagai salah satu hari paling bersejarah dalam peradaban Islam karena menjadi saksi bisu berbagai peristiwa besar para nabi terdahulu. Menyambut momentum agung ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, mulai dari berzikir, berpuasa, hingga memanjatkan doa.

Asyura berasal dari kata asyara, artinya bilangan 10. Di hari itu, dianjurkan untuk menjalankan Puasa Asyura.  Menurut beberapa riwayat disebutkan banyak peristiwa penting yang dialami para nabi terjadi di hari itu pada masa yang lalu.

Ulama ahli fiqih dan pakar hadis kelahiran Samarkand (Uzbekistan), Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin, meriwayatkan dari Ikrimah berkata Hari Asyura ialah hari diterimanya taubat Nabi Adam 'alaihissalam.

DI hari itu pula turunnya Nabi Nuh 'alahissalam dari perahunya, maka ia berpuasa sebagai wujud syukur kepada Allah. Kemudian hari itu pula Fir'aun ditenggelamkan dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa 'alaihissalam.

Baca Juga:Usia Pensiun Polisi Ditambah Jadi 60 Tahun, Menkum: Seperti TNI, Jaksa, hingga PNS

Lantas, apa saja perintiwa penting yang dialami para nabi pada 10 Muharram Hari Asyura? berikut ulasannya.

7 Peristiwa 10 Muharram

1. Diterimanya Taubat Nabi Adam as

Peristiwa 10 Muharram Hari Asyura, Allah menerima taubat nabi Adam alaihissalam dari dosa yang dilakukannya. Yaitu dosa kecil yang tidak mengandung unsur kerendahan jiwa pelakunya, bukan dosa kecil yang mengandung unsur kehinaan jiwa pelakunya, bukan dosa besar apalagi kekufuran dan kesyirikan.

2. Berlabuhnya perahu Nabi Nuh as di Bukit Zuhdi

Peristiwa 10 Muharram hari Asyura berikutnya, Allah menyelamatkan perahu Nabi Nuh alaihissalam dan orang-orang mukmin yang mengikutinya. Perahu itu berlabuh di sebuah gunung di Irak yang bernama “al-Judi” setelah berada di atas air bah selama 150 hari.

3. Nabi Ibrahim Selamat dari siksa Raja Namrud 

Peristiwa 10 Muharram berikutnya diselamatkannya Nabi Ibrahim alaihisalam dari api yang membakarnya. Ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq itu dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud.

4. Nabi Yusuf Dibebaskan dari Penjara Mesir

Baca Juga:Kasatgas Tito Sebut Sekolah di Zona Merah Sumatera Masih Gunakan Tenda dan Kelas Darurat

Peristiwa 10 Muharram selanjutnya yakni Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara Mesir pada hari Asyura. Fitnah yang dituduhkan kepadanya mengantarkan Nabi yang berparas rupawan itu ke bilik jeruji. 

5. Nabi Yunus Dikeluarkan dari Perut Ikan Paus

Perisiwa 10 Muharram selanjutnya yakni, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan paus yang melahapnya. Nabi Yunus terjun ke laut setelah merasa bahwa kapal yang ditumpanginya tidak bergerak karena keberadaannya.Namun, awak kapal enggan membiarkan Sang Nabi tenggelam di lautan. Meskipun demikian, Nabi Yunus bersikukuh sehingga dibuatlah undian, siapa yang terpilih, dialah yang akan ditinggalkan di laut. Namun, nama Nabi Yunus terus yang keluar. Karenanya, Nabi Yunus pun menceburkan dirinya ke laut. Belum sempat menyentuh air, tubuhnya langsung dilahap oleh ikan besar.

6, Nabi Ayub as Disembuhkan Allah dari Penyakit Kulit

Peristiwa 10 Muharram berikutnya yakni Nabi Ayub disembuhkan dari penyakit kulit yang dideritanya selama 18 tahun. Selama mengalami sakit, Nabi Ayub ditinggalkan keluarganya, kecuali istri dan anaknya yang setia merawatnya.

7. Nabi Musa as Selamat dari Kejaran Fir’aun di Laut Merah 

Baca Juga:Doa Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah, Lengkap Teks Arab dan Artinya serta Keutamaan

Nabi Musa dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat dari kejaran Raja Firaun dan bala tentaranya. Nabi Musa dan kaum Bani israil berhasil menyeberangi Laut Merah. Mereka kemudian memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka di Palestina.

Sejarah Puasa Asyura

Atas peristiwa tersebut, para Nabi kemudian melakukan puasa Asyura pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya. 

Nabi Muhammad SAW pun menganjurkan kepada umatnya untuk berpuasa di hari ke-10 ini karena pahalanya sangat besar dan dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun.

Dari Ibnu Abbas radiyallahu’anhu mengatakan:

مَا رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ، إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ. يَعْنِى شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya: Saya belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari Asyura, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadan”. (HR Bukhari : 2006).

Baca Juga:Pabrik Gula di Tulungagung Terbakar, 2 Ton Gula Siap Jual Ludes Jadi Arang

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa hari Asyura, aku mengharap kepada Allah, puasa ini menghapuskan (dosa) setahun yang telah lewat”. (HR. Muslim : 1162).

Selain puasa Asyura, Muslim juga dianjurkan banyak berdzikir dan berdoa kepada Allah terutama di Hari Asyura.

Hukum puasa Asyura adalah sunnah; maksudnya dianjurkan dan berpahala bagi yang mengerjakannya namun tidak berdosa bagi yang tidak mengerjakannya.

Dilansir dari buku Puasa yang Masyru dan Tidak Masyru karya Isnan Ansory, para ulama sepakat bahwa puasa Asyura adalah puasa yang sudah disyariatkan dalam ajaran Nabi Muhammad SAW sebelum disyariatkannya puasa Ramadhan.

Namun ketika Nabi hijrah ke Madinah dan mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura, lantas Nabi memerintahkan para shahabat untuk berpuasa Asyura’ dengan disandingkan puasa satu hari sebelumnya (Tasu’a) atau satu hari setelahnya (11 Muharram).

Baca Juga:Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim

Dalil disunnahkannya puasa Asyura berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ « أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ » . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Artinya: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari).

Itulah ulasan peristiwa 10 Muharram yang penuh sejarah bagi umat Islam.

Wallahu A'lam

#yogya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa M6,8 Guncang Jepang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Wilayah Indonesia
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Dihantam Gempa, Perang Tak Hentikan Iran untuk Membantu Tetangga Amerika: Kami Bersama dengan Kalian
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BNNP Kalteng Bongkar 2 Kasus Narkoba, Sita Sabu Hampir 300 Gram
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Kampus Dinilai Berperan Perkuat Kebijakan Publik
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
UI paparkan pembangunan kota cerdas & berkelanjutan di TGE GSDC 2026
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.