jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin atau Kang TB menyebut fokus pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) seharusnya diarahkan ke sisi manajerial.
Hal demikian dikatakan Kang TB menyikapi tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) Kopdes Merah Putih dan KNMP meninggal saat ikut Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).
BACA JUGA: Rencana MRO C-130 di Kertajati, TB Hasanuddin: Harus Sangat Hati-Hati
"Fokus utama sebaiknya diberikan pada pelatihan manajemen koperasi saja, penguatan kapasitas organisasi, dan pelatihan teknis yang secara relevan," kata dia melalui keterangan persnya, Kamis (25/6).
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan kejadian meninggalnya calon manajer Kopdes Merah Putih harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap desain pelatihan ala militer.
BACA JUGA: TB Hasanuddin Ungkap Alasan Blanket Overflight Ditolak
Kang TB menjelaskan pelatihan militer hanya diarahkan membangkitkan kekompakan, disiplin pribadi, dan kebersamaan.
Semisal, baris-berbaris demi kerapian, santiaji, apel untuk belajar menghormati waktu, dan senam pagi untuk menjaga kebugaran.
BACA JUGA: TB Hasanuddin: TNI Jangan Membingungkan Rakyat
Itu pun, kata Kang TB, peserta sebelumnya harus lolos tes kesehatan sebelum mengikuti aktivitas fisik.
“Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara benar dan ketat oleh tim dokter. Jika proses skrining kesehatan tidak akurat, ketika peserta mengikuti latihan dengan beban fisik tertentu dapat menimbulkan risiko yang fatal,” ujar dia.
Kang TB menilai kasus meninggalnya calon manajer Kopdes perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi kesehatan, tingkat intensitas latihan, pengawasan medis selama kegiatan, serta kesesuaian materi pelatihan.
“Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Program yang bertujuan membangun kapasitas SDM tidak boleh mengorbankan aspek kesehatan dan keamanan peserta,” kata dia.
Mulanya, dua peserta program SPPI Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih atau KDKMP dan KNMP 2026 meninggal dunia pada 17 dan 18 Juni 2026.
Kemhan menginformasikan bahwa keduanya meninggal dunia saat mengikuti latsarmil di tempat berbeda.
Adapun, dua peserta yang meninggal dunia ialah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Anisa meninggal saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan akibat mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026.
Sementara itu, Yonanda meninggal dunia ketika mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja pada 17 Juni 2026.
Belakangan, Kemhan kembali mengungkap seorang peserta program SPPI KNMP 2026 lainnya, yakni Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia pada Selasa (23/6) kemarin. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... TNI Bubarkan Nobar Film, TB Hasanuddin Sebut Berpotensi Melanggar Konstitusi
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




