Pasca-penangkapan Taufik Hidayat (30) oleh tim Resmob Polda Jawa Barat atas kasus penyekapan dan penyiksaan sadis terhadap kekasihnya, YTR (29), tabiat kelam masa lalu pelaku kini mulai terkelupas satu per satu. Tersangka ternyata tidak hanya kejam terhadap pasangannya, melainkan juga dikenal temperamental dan ringan tangan terhadap keluarga kandungnya sendiri.
Fakta mengejutkan ini terungkap dalam perbincangan di kanal media sosial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendatangi langsung pihak keluarga dan perangkat desa asal pelaku.
Mantan Istri Hanya Bertahan 2 Minggu, Ayah Kandung Dihajar Pakai Kayu
Berdasarkan penuturan Kepala Desa Ciaro, Kusnaedi, serta ayah kandung pelaku, Tatang, Taufik sudah menunjukkan gelagat berandalan dan kerap mengonsumsi obat-obatan terlarang sejak usia remaja. Pelaku diketahui pernah menikah dengan seorang wanita bernama Susi, tapi pernikahan itu kandas secara kilat hanya dalam waktu dua pekan akibat sifat cemburu buta dan temperamen Taufik yang meledak-ledak.
Tidak berhenti di situ, Tatang selaku ayah kandung dengan pilu menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi korban penganiayaan fisik oleh darah dagingnya sendiri hanya karena perkara sepele.
"Pernah Pak, pernah dipukul kepala guna (pakai) kayu. Waktu itu saya lagi mencangkul di sawah, dia di rumah lagi menganggur. Mau makan tidak ada ikannya. Makan tidak ada apa-apa, dia datang ke sawah terus langsung memukul sampai saya tersungkur. Untung saya ada teman mencangkul dua orang, jadi ditolong," ujar Tatang dalam video yang diunggah YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Baca Juga :
Taufik Hidayat Sempat Minta Saran ke Mantan Rekan Kerja Sebelum DitangkapKesaksian Penjaga Kos: Korban Datang Sudah Buta dan Dipapah
Kondisi YTR selama berada di kamar kontrakan wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, juga dibongkar oleh Resa Rohendi, penjaga kos tempat keduanya bernaung. Resa mengungkapkan bahwa saat pertama kali Taufik membawa korban untuk menyewa kamar, kondisi fisik Pita sebenarnya sudah sangat memprihatinkan.
"Waktu datang ke sini kayaknya sudah dalam keadaan tidak sehat. Dia pakai masker terus, diajak mengobrol tidak merespons sama sekali. Akhirnya masuk ke kamar dipapah oleh Taufik. Pelaku sempat menjanjikan buku nikah, tapi sebulan ditagih tidak pernah memberikan, malah merasa diusir," kata Resa dikutip dari Primetime News, Metro TV, Kamis 25 Juni 2026.
Resa awalnya mencurigai kondisi Pita yang terus memburuk dan terkesan sengaja disembunyikan. Kekhawatiran itu terbukti saat Taufik panik dan meminta Resa mengantarkan korban ke UGD Rumah Sakit Ujung Berung karena kondisi korban kritis.
Baca Juga :
YTR: Taufik Hidayat Harus Dihukum Sama Seperti yang Saya RasakanKeanehan terus berlanjut di rumah sakit. Taufik enggan mendampingi korban ke dalam ruang perawatan dan memaksa Resa untuk mengaku sebagai saudara korban ke pihak administrasi medis. Di momen inilah, Resa mengaku syok berat melihat kondisi fisik Pita yang sebenarnya.
"Kondisinya hancur, mukanya hancur, kepalanya penuh cairan seperti mengeluarkan nanah. Pihak rumah sakit lalu menyatakan pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS)," papar Resa.
Saat dirujuk ke RSHS Bandung, Taufik justru berbuat onar. Pelaku mengamuk di rumah sakit dan mencoba mengintimidasi tenaga medis dengan membawa-bawa nama tokoh publik Jawa Barat. tidak sampai di situ, pelaku yang gelap mata juga nekat mengancam nyawa penjaga kos yang telah menolongnya.
Saat ini, kamar indekos di Cileunyi yang menjadi saksi bisu penyiksaan berkepanjangan tersebut masih dipasang garis polisi. Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar terus mengumpulkan bukti materiil tambahan guna memperkuat jeratan pasal berlapis atas tindakan pidana berlapis yang dilakukan oleh tersangka.




