REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Anggota Komisi VI DPR RI Doni Akbar mendorong PT Pos Indonesia cepat melakukan transformasi digital dan integrasi layanan. Doni menganjurkan PT Pos Indonesia memperkuat segmen logistik dan marketplace.
Doni menyebut perbaikan PT Pos Indonesia dapat dilakukan dengan optimalisasi utilisasi jaringan dan aset nasional. Sebab jaringan itu dinilai masih terfragmentasi hingga perlu disatukan dalam satu kanal manajerial yang efisien.
Baca Juga
Hubungan Memanas, AS Waspadai Spionase Intelijen Israel hingga Level Membahayakan
Ilusi Perang Irak, Suriah, Lebanon, dan Iran: Hentikan Segera Israel Raya Jika Ingin Dunia Damai
Gagalnya Kemenangan Mutlak Netanyahu yang Merugikan Militer Israel
Dia mengatakan, keberhasilan PT Pos Indonesia di masa depan sangat bergantung pada strategi dan kemampuan tata kelola dalam mengonversi jaringan fisik yang masif menjadi ekosistem logistik digital yang mampu bersaing secara head-to-head dengan bisnis swasta yang semakin beragam.
"PT Pos Indonesia memiliki keunggulan berupa sarana dan prasarana yang nyaris tidak dimiliki oleh usaha swasta lainnya,” kata Doni kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Doni menekankan PT Pos Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan sejarah panjang atau keunggulan sarana dan prasana saja. Menurutnya, diperlukan lompatan besar tata kelola agar transformasi digital yang dicanangkan tidak sekadar menjadi jargon dan rencana.
Doni mengingatkan roadmap harus dapat diimplementasikan sehingga benar-benar mampu menurunkan biaya logistik nasional secara riil serta dapat bersaing dengan bisnis logistik dari swasta.
“Efektivitas PT Pos Indonesia dapat diukur dari dua indikator utama: seberapa cepat ia mampu mengonsolidasi layanannya untuk masyarakat, dan seberapa tangguh ia berdiri sebagai korporasi mandiri di tengah pasar yang tidak mengenal belas kasihan pada BUMN yang lambat bertransformasi,” ujar anggota partai Golkar itu.