Anggota DPD RI Mirah Midadan Ungkap Warga Kabupaten Bima Ternacam Krisis Air Bersih

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bima, tvOnenews.com – Anggota DPD RI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid meminta Pemerintah Kabupaten Bima untuk segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan krisis air bersih yang dialami masyarakat Desa Bajo dan sejumlah desa lainnya.

“Dari data dan informasi yang kami himpun dari masyarakat, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar ratusan kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya pada ketersediaan air bersih. Ini bukan sekadar gangguan layanan, tetapi menyangkut hak dasar warga. Kita harus bertindak cepat,” ujar Mirah, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima, krisis air bersih saat ini dirasakan oleh warga di Dusun Ndanondere dan Dusun Rasabou, Desa Bajo. 

Tercatat sebanyak 153 kepala keluarga di Dusun Ndanondere dan 146 kepala keluarga di Dusun Rasabou terdampak secara langsung dengan total 299 kepala keluarga atau sekitar 779 jiwa terdampak.

Jumlah tersebut belum mencakup wilayah-wilayah lain di Bima yang juga berpotensi mengalami gangguan akses air bersih.

Mirah menyampaikan bahwa akses terhadap air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh negara. 

Karena itu, pemerintah daerah harus hadir dengan langkah-langkah konkret untuk memastikan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat. Ketika ratusan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, maka pemerintah harus segera turun tangan dan menghadirkan solusi yang nyata,” ujar Mirah.

Menurut informasi yang juga diperoleh dari masyarakat, salah satu persoalan utama yang menyebabkan terganggunya distribusi air bersih adalah kondisi mesin pompa air yang sering mengalami kerusakan. 

Kondisi ini menjadi semakin krusial karena struktur akses air minum masyarakat Kabupaten Bima masih sangat bergantung pada infrastruktur pompa. 

Mirah menilai persoalan ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan infrastruktur air bersih di wilayah tersebut. Pemerintah daerah tidak hanya perlu memperbaiki kerusakan yang terjadi, tetapi juga harus menyiapkan sistem pemeliharaan yang berkelanjutan agar masalah yang sama tidak terus berulang setiap tahun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Jawaban Instan dari AI Membuat Kita Malas Berpikir
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Ditutup Dekati Rp18.000 per Dolar AS Meski Greenback Melemah
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Wilayah di Gunungkidul Ini Rawan Kekeringan saat Kemarau
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
‎Sudah Bertemu Anak di Bandara, Ruben Onsu Belum Beri Nafkah ke Sarwendah, Ini Alasannya
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Pemerintah Sebut IFC Jadi Surga Pajak Bak Dubai dan Singapura
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.