Prabowo Turun Tangan, Negara Janji Kawal Pemulihan Korban Penyiksaan Keji di Bandung

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami YTR di Bandung semakin terlihat setelah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman turun langsung menjenguk korban di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus menunjukkan komitmen negara dalam mengawal penanganan kasus yang menyita perhatian publik itu.

Menurut Dudung, pemerintah tidak hanya fokus pada proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga memastikan korban mendapatkan pendampingan dan pemulihan yang layak.

Ia menegaskan kehadiran negara harus dirasakan oleh korban maupun keluarga yang tengah menghadapi situasi berat akibat tindak kekerasan tersebut.

“Malam ini saya hadir di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk melihat secara langsung korban YTR. Yang tadi saya langsung melihat, dan saya bertemu dengan keluarganya. Dan tentunya saya sampaikan, negara hadir dan sangat peduli kepada perawatan, bahkan kelanjutannya,” kata Dudung.

Pesan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap perkembangan kasus yang menimpa perempuan berusia 29 tahun tersebut.

Dudung juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara khusus mengikuti kasus tersebut dan meminta agar seluruh tahapan hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Selain memastikan penegakan hukum berjalan maksimal, Prabowo disebut berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat.

“Ya pesan dari beliau, ya disesuaikan dengan prosedur hukum yang berlaku. Dan beliau sangat peduli sekali kepada kejadian ini, dan ini berharap untuk tidak terulang,” ujar Dudung.

Perhatian Presiden terhadap kasus ini muncul setelah publik dikejutkan oleh dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap kekasihnya sendiri.

Kasus tersebut memicu gelombang kecaman luas karena korban disebut mengalami penderitaan fisik dan psikis akibat tindakan pelaku.

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah terjadinya tindak kekerasan serupa di lingkungan sekitar.

Prabowo melalui Dudung meminta warga tidak ragu melaporkan jika menemukan tanda-tanda kekerasan atau situasi mencurigakan yang berpotensi membahayakan seseorang.

“Dan imbauan kepada masyarakat, kalau melihat ada hal-hal yang mencurigakan, ada hal-hal yang janggal, segera melaporkan kepada aparat yang terkait. Sehingga tidak terjadi di luar pengawasan,” kata Dudung.

Baca Juga: Lacak Transaksi Digital, Begini Kronologi Polisi Tangkap Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan di Bandung

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya aparat penegak hukum.

Dengan perhatian langsung dari Presiden dan pengawalan pemerintah pusat, keluarga korban kini berharap proses pemulihan maupun penegakan hukum dapat berjalan hingga tuntas.

Kasus YTR pun menjadi salah satu pengingat kuat bahwa negara dituntut hadir bukan hanya saat pelaku ditangkap, tetapi juga ketika korban membutuhkan perlindungan dan pemulihan jangka panjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karantina Jambi Gelar Public Hearing Demi Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Duga Ada Intervensi BPK Pusat terkait Pengaturan Opini WTP Kabupaten Muara Enim
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
7 Fakta Gempa Kembar Dahsyat Guncang Venezuela
• 14 menit laludetik.com
thumb
Prabowo Tinjau Inovasi Pertanian di PENAS XVII Gorontalo, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
• 15 jam lalucumicumi.com
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Kamis 25 Juni 2026, Ada YUPI dan MORA
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.