Sering Dipandang Sebelah Mata, Ternyata Garam Punya Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Garam hampir tidak pernah absen dari dapur rumah maupun restoran, karena menjadi bumbu utama dalam setiap masakan. 

Perannya sangat krusial, yaitu memberikan rasa gurih yang pas di lidah sekaligus menggugah selera makan.

Baca Juga :
Kupas Tuntas Lapangan Kerja yang Paling Aman di Tengah Perang AI
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Serahkan 6 Ribu Bansos-Ribuan Orang Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Namun, konsumsi garam atau makanan asin yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. 

Efek samping ini bahkan membuat sebagian orang merasa cemas atau takut saat ingin menambahkan garam ke dalam masakan mereka.

Lalu, bagaimana sebenarnya dunia medis dan ilmu kesehatan memandang penggunaan garam dalam masakan sehari-hari?

Penggunaan Garam Bagi Kesehatan

Dilansir dari tayangan YouTube dr Zaidul Akbar, garam seringkali dipandang buruk di masyarakat, bahkan sampai membuat sebagian orang benar-benar menghindarinya dalam masakan.

Padahal, menurut dr. Zaidul Akbar, bumbu dapur yang satu ini justru sebaiknya tidak dieliminasi begitu saja dari menu harian.

"Jangan tinggal garam, jangan musuhi garam karena selama ini garam tuh dimusuhin," tutur dr Zaidul Akbar.

Beliau mengingatkan bahwa pada hakikatnya, garam tidak akan memicu masalah kesehatan dan justru membawa banyak manfaat bagi tubuh, asalkan dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak berlebihan.

"Asal garamnya bener dan tidak berlebihan insha Allah aman," ungkap dr Zaidul Akbar. 

"Kalau anda baca hadits-hadits tentang garam banyak sekali," lanjutnya. 

Garam
Photo :
  • pixabay

Bahkan, dr. Zaidul Akbar menyebutkan bahwa kombinasi garam yang ditaburkan di atas potongan buah segar sangat bagus untuk kesehatan tubuh.

"Maka jangan tinggal garam, makanya kalau anda makan buah, buah-buahan dipotong kalau dikasih garam di dalam perut kita tuh adem, asik dia. Nggak kembung gitu," jelas dr Zaidul Akbar.

"Karena garam tuh efeknya banyak banget, efek ke tubuh kita termasuk ke asam lambung ya ke pencernaan," terusnya. 

Alasan itulah yang membuat dr. Zaidul Akbar menyarankan kita untuk menikmati buah-buahan, seperti semangka, dengan sedikit tambahan garam.

"Coba aja nanti kalau mau iseng coba makan semangka tanpa garam sama makan semangka pakai garam beda," kata dr Zaidul Akbar.

"Beda diperut kitakan beda, ya jadi salah satu booster testosteron itu adalah atau estrogen itu adalah menggunakan garam," sambungnya.

Baca Juga :
Pendekatan Interaktif Sosial Commerce Jadi Solusi After Sales Konsumen Produk Parenting
Dukung Transformasi Sistem Kesehatan RI, Brantas Abipraya Pacu Pembangunan Gene Bank Indonesia
Lamakan Posisi Sujud dalam Shalat, Banyak Manfaat yang Dapat Dirasakan Untuk Kesehatan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Lingkungan Hidup 2026, Wali Kota Kediri Ajak Warga Pulihkan Sungai Kedak dari Pencemaran
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
Hingga Mei 2026, DJP Kantongi Rp6,81 Triliun dari Pajak Sektor Digital
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Upaya Percepat Pemulihan Pasca Bencana, Perempuan Aceh Terima Bantuan Ribuan Paket Kit Menstruasi
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Sidang Perdana, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Mengaku Idap Stroke Mata
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BBRMP Maluku Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa SBT
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.