Warga Bantargebang Terdampak Debu Proyek PSEL: Batuk, Gatal, hingga Sesak Napas

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Warga di sepanjang Jalan Pangkalan 5, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mengeluhkan kepulan debu dari aktivitas proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlangsung hampir dua pekan terakhir.

Debu yang berasal dari ceceran tanah merah itu disebut memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk, gatal-gatal, hingga sesak napas.

Debu Picu Gangguan Kesehatan

Salah satu warga, Tia (41), yang berjualan makanan di tepi Jalan Pangkalan 5, mengaku menjadi pihak yang paling terdampak.

Ia mengatakan, debu beterbangan setiap kali truk proyek melintas.

"Debunya ini yang luar biasa, sama mungkin kan sesak. Kalau malam jadi gatal. Karena kan kena keringat bercampur debu," ujar Tia saat ditemui Kompas.com, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Pemkot Bekasi Bidik Transformasi Bantargebang, Studi PLTSa Dilakukan di China

Menurut Tia, keluhan serupa juga dialami warga lain, termasuk anak-anak dan balita.

"Banyak yang sakit juga. Sepupu saya, cucunya yang masih kecil-kecil pada sakit. Ada yang bayi juga. Pada sesak napas," katanya.

Keluhan juga disampaikan Rinto (60), pemilik usaha tambal ban di lokasi yang sama. Ia kini harus selalu memakai masker saat beraktivitas.

"Ini aja kalau mau keluar rumah harus pakai masker. Soalnya debunya udah banyak banget, kalau terhirup jadi batuk-batuk," ujar Rinto.

Sementara itu, Yano (50), pekerja di kawasan tersebut, mengaku sempat mengalami sesak napas akibat terlalu lama terpapar debu.

"Sampai harus memakai masker takut debunya terisap," kata Yano.

Baca juga: Warga Alami Sesak Napas hingga Gatal Diduga akibat Debu Truk Proyek PSEL Bantargebang

Ia menambahkan, kondisi semakin parah saat musim kemarau karena debu lebih mudah beterbangan.

"Gimana mau nafsu makan, baru mau buka mungkin sudah bercampur debu. Belum lagi baunya," ujarnya.

Truk Lalu Lalang, Debu Masuk ke Rumah

Tia mengatakan, kondisi ini mulai dirasakan sejak aktivitas pengurukan tanah berlangsung sekitar dua pekan lalu. Truk pengangkut material tidak hanya beroperasi malam hari, tetapi juga siang hingga sore.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Harusnya kan mobil pengurukan itu malam, tapi ini siang sama sore juga ada," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI Dapat Dana Jumbo Rp304 T dari AIIB, Ini Bocoran Proyeknya
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Iran Diduga Serang Kapal Kargo Singapura di Selat Hormuz
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Penonton Sepanjang Sejarah, Stadion Nyaris Selalu Penuh
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
AS akan gunakan militer di Karibia, bantu korban gempa di Venezuela
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
5 Check-List yang Wajib Dipenuhi Sebelum Menutup Akun Kredivo
• 14 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.