REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga peserta calon manajer maupun pengurus Koperasi Desa Merah Putih dilaporkan meninggal saat mengikuti latihan dasar kemiliteran. Muncul beragam pertanyaan, jenis pelatihan apa yang diterima peserta sampai ada jatuh korban jiwa.
Korps Marinir TNI AL menjelaskan ragam rutinitas peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang dilakukan anggota Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Merah Putih.
Baca Juga
Calon Manajer Kopdes Meninggal, Anggota DPR: Kurangi Latihan Kemiliteran, Fokus Manajemen Koperasi
Dua Peserta Penggerak Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latihan Dasar Militer, Ini Penyebabnya
Mahasiswa Kritik Program MBG hingga Kopdes Merah Putih, Begini Respons Wapres Gibran
Menurut Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin mengatakan kegiatan para peserta dibuka dengan bangun pagi pukul 04.30 WIB.
"Kemudian melaksanakan ibadah shalat Subuh. Selanjutnya kami lanjutkan kegiatan olahraga, pembinaan fisik, kemudian dilanjutkan makan pagi," kata Agus saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur, Kamis.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Setelah makan pagi, para peserta mengikuti kegiatan apel pagi, baris berbaris dan akhirnya masuk ke kelas untuk mengikuti materi. Setelah mengikuti materi kelas sampai sore, para peserta diajak mengikuti kegiatan "pengasuhan" oleh para pelatih.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)