Bisnis.com, JAKARTA – Emiten anggota holding Biofarma, PT Indofarma Tbk. (INAF) menyiapkan sejumlah strategi untuk lepas dari suspensi saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di lantai Bursa, saham Indofarma telah disuspensi BEI sejak 2 Juli 2024. INAF bahkan terancam delisting lantaran suspensi telah berlangsung lebih dari 12 bulan.
Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing menerangkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan regulator dalam rangka membuka suspensi yang telah menahun menahan kinerja saham INAF.
Dia menegaskan, INAF terbuka terhadap segala opsi yang dapat ditempuh sebagai perusahaan publik ke depan.
”Kami akan berkoordinasi dengan regulator mengenai apa langkah selanjutnya, baru mungkin kami bisa sampaikan apa opsi-opsi yang akan kami tempuh,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Manajemen INAF dalam suratnya kepada BEI tertanggal 7 Januari 2026, menerangkan upaya pemulihan kinerja perseroan meliputi pengelolaan proses bisnis yang lebih selektif, pengaturan aktivitas produksi dan distribusi, hingga pengendalian biaya operasional melalui penyesuaian struktur biaya.
Baca Juga
- Pacu Pasar Global, Indofarma (INAF) Ekspor 5 Kontainer ke Afghanistan
- Uji Taji Pemulihan Holding BUMN Farmasi
- Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Menkes Dorong Hilirisasi Farmasi
Restrukturisasi kinerja pada tahun ini, bakal dilanjutkan dengan melakukan penyeimbangan kembali portofolio bisnis melalui penguatan kontribusi produk farmasi, pengembangan produk yang kompetitif, optimalisasi kemitraan strategis, hingga peningkatan kinerja ekspor.
”Selain itu, perseroan menerapkan prinsip lean manufacturing melalui penataan proses produksi dan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi biaya pabrikasi, serta pelaksanaan efisiensi operasional secara menyeluruh,” kata manajemen.
Kini Indofarma cukup memiliki harapan terhadap pasar ekspor. Sepanjang tahun lalu, penjualan ekspor Indofarma telah bertumbuh 11,9% year-on-year (YoY). Kondisi ini menunjukkan sinyal positif mengenai daya saing produk dalam negeri di pasar global.
Teranyar, aksi memperluas penetrasi pasar dilakukan Indofarma ke Afghanistan.
Sahat Sihombing menerangkan, perseroan bakal terus memperluas jangkauan pasar ekspor dengan memperkuat kualitas produk dan meningkatkan daya saing industri farmasi nasional di pasar global.
“Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di pasar ekspor, Indofarma akan terus memperluas jangkauan pasar internasional, memperkuat kualitas produk, serta menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan. Kami meyakini bahwa produk farmasi nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dan memperoleh kepercayaan di pasar global,” katanya.




