Ini penting sebagai bekal di dunia kerja yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Bakti Pendidikan Djarum Foundation mendorong penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) mengasah pemikirannya dalam esai argumentatif melalui Essay Contest Beswan Djarum.
Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Abraham Delta Oktaviari, mengungkapkan Essay Contest bertujuan mendorong Beswan Djarum memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Sehingga mereka tidak menjadi pribadi yang cuek tetapi mau ikut untuk menyelesaikan masalah.
Abraham mengatakan melalui permasalahan yang ada, mahasiswa melakukan analisis hingga keluarlah sintesis dan mencari solusi kebaruan. Dari situ, terlatih soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja.
"Ketika nanti mereka terjun di dunia kerja yang sesungguhnya mereka akan dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan. Dan kalau mereka sudah punya critical thinking, creative thinking, computational thinking, dan compassion, kita berharap nanti akan menunjang kariernya," kata Abraham di sela Final Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026 di Grand Mercure Seminyak, Bali, Kamis, 25 Juni 2026.
Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Abraham Delta Oktaviari. Medcom.id/Renatha Swasty
Baca Juga :
Dinilai Najwa Shihab, 16 Beswan Djarum Adu Gagasan di Final Nasional Essay Contest 2026Najwa menilai mereka mampu melihat dari kacamata yang berbeda dan mencoba mencari solusi atas masalah-masalah nyata sehari-hari.
"Dan dari membaca esai, itu terbukti. Ada originalitas, ada keberanian intelektual dan ada kemampuan untuk berpikir kritis. Semua hal yang dibutuhkan hari-hari ini sebagai calon pemimpin," tegas Najwa saat memberikan sambutan.
Najwa berharap para mahasiswa dapat mempresentasikannya dengan baik agar kuliatas di esai sama bagusnya saat disampaikan langsung. Dia juga berpesan agar para mahasiswa terbuka menerima kritik dan masukan dari para juri.
"Yang kurang hari-hari ini adalah orang yang tidak mau dan tidak bisa menerima perbedaan. Dikritik, enggak mau, defensif terhadap ide nya. Kita lebih menghargai orang yang terbuka dengan masukkan. Supaya nanti kalau jadi pejabat enggak sensi kalau di demo. Latihannya dari sekarang ya," pesan dia.
Abraham mengungkapkan selama tiga tahun terakhir, Essay Contest Beswan Djarum selalu mencari ide originalitas peserta. Dari situ, mahasiswa dituntut memberikan kebaruan solusi yang pada akhirnya bisa menjadi aksi nyata di masyarakat.
"Ini bisa menjadi diskursus publik bahwa ini ada masalah. Ayo diselesaikan bersama-sama," tutur dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)





