Mini LNG Plant di Tuban Resmi Beroperasi, Perkuat Sumber Energi Domestik

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Mini LNG Plant ini merupakan fasilitas pengolahan gas yang menghasilkan multi-produk energi berupa LNG, CNG, LPG, kondensat, dengan rencana CO2 liquid.

Mini LNG Plant di Tuban Resmi Beroperasi, Perkuat Sumber Energi Domestik. Foto: Kementerian ESDM.

IDXChannel - Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur resmi beroperasi untuk mendorong pemanfaatan gas bumi. Mini LNG Plant ini merupakan fasilitas pengolahan gas yang menghasilkan multi-produk energi berupa LNG, CNG, LPG, kondensat, dengan rencana CO2 liquid. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan suplai gas berasal dari Lapangan Sumber PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java hingga 2035 sebesar 15 MMSCF per hari. Kapasitas produksi maksimal dari mini LNG plant ini setara dengan 55.300 ton per tahun dengan kapasitas tangki sebanyak 1.600. 

Baca Juga:
Bisnis CNG dan LNG Jadi Andalan, Citra Nusantara (CGAS) Bidik Pendapatan Rp879 Miliar

Adapun kapasitas produksi untuk jenis lainnya seperti LPG 9.800 ton per tahun, gas kondensat 19.600 barrel per tahun, dan CO2 (liquid) 21.000 ton per tahun.

"Saya melihat ini adalah sebuah karya nyata dari sebuah perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita. Apalagi ini kan menghasilkan ada LNG, ada LPG, ada kondensat, dan ada CNG juga. Nah ini adalah merupakan bentuk daripada bauran energi dalam mengurangi impor LPG kita," ujar Bahlil di Tuban, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:
Tanker LNG Qatar Lintasi Selat Hormuz usai MoU AS-Iran Resmi Berlaku

Seluruh komoditas dari Mini LNG plant ini akan diserap sektor industri, retail, dan pembangkit listrik di Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Output produksi dan infrastruktur penyimpanan dirancang untuk mendukung rantai pasok LNG berbasis transportasi darat.

"Nah ini sangat membantu industri dalam rangka memberikan kepastian terhadap bahan baku. Sekarang kita di Jawa Timur masih oke, harganya masih oke. Di Jawa Barat, Banten, Bekasi, Jakarta, itu terjadi koreksi Karena HGBT kita lagi menurun, karena lifting di sana lagi menurun. Terpaksa kita pakai LNG, sehingga harganya memang agak naik. Nah ini yang kita harus cari jalan tengah untuk mendorong ke sana," kata Bahlil.

Baca Juga:
Harga LNG Global Melonjak Berdampak ke Biaya Operasional Industri Energi di Asia Tenggara

Bahlil juga memberi arahan kepada pemasok gas, yakni PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java agar mendukung keberlanjutan proyek ini hingga kontrak selesai di 2035.

"Tolong disupport ya. Jangan sampai kalian 2 tahun terus macet-macet kan, tidak boleh. Orang sudah investasi besar ini, jadi support terus, pegang itu kontrak, jangan diubah-ubah kontraknya supaya mereka ada kepastian dalam melakukan investasi dalam ke depan," kata Bahlil.

Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, memperkuat keandalan pasokan energi bagi sektor industri dan pembangkitan, mengurangi penggunaan bahan bakar yang lebih mahal dan beremisi lebih tinggi, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seller Marketplace Omzet di Bawah Rp 500 Juta Bisa Bebas PPh 0,5 Persen
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Peringati Haul Bung Karno dan Hari Asyura, Bamusi Sulsel Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan
• 13 menit laluharianfajar
thumb
Keluarga Tak Kenal Pria yang Bersama Wanita ASN Tewas di Bandara Juanda
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Terapkan Tarif Rp 1 untuk KRL ke Stasiun JIS
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Tim Indonesia Taklukkan Korea Selatan 2-0 pada Laga Pembuka Kejuaraan Asia Junior 2026
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.