JAKARTA, KOMPAS.TV - Mandi wajib merupakan salah satu cara bersuci untuk menghilangkan hadas besar yang menjadi syarat sah sejumlah ibadah, seperti salat, iktikaf di masjid, tawaf, hingga menyentuh mushaf Al-Qur'an.
Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan seseorang diwajibkan mandi wajib atau mandi junub ketika mengalami janabah.
Kondisi tersebut terjadi karena dua sebab, yakni keluarnya mani, baik disengaja maupun tidak, serta melakukan hubungan suami istri meski tidak sampai keluar mani.
Lantas, bagaimana tata cara mandi wajib yang benar sesuai ketentuan syariat?
Rukun Mandi WajibKemenag menjelaskan terdapat dua rukun yang harus dipenuhi agar mandi wajib sah.
1. Niat Mandi Wajib
Niat mandi wajib dibaca bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh. Dalam mazhab Syafi'i, niat tersebut berbunyi:
Nawaitul-ghusla liraf'il-hadasil-akbari minal-janabati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya:
"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta'ala."
Baca Juga: 1 Muharram 1448 Hijriah: Taubat Nasuha agar Tak Terjebak Dosa yang Sama Lagi| KALAM HATI
2. Mengguyur seluruh tubuh saat mandi wajib
Setelah berniat, seluruh bagian luar tubuh wajib diguyur air tanpa ada yang terlewat, termasuk rambut, bulu, serta pangkal rambut hingga air benar-benar mengenai kulit.
Tata Cara Mandi WajibPenulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- tata cara mandi wajib
- cara mandi wajib
- niat mandi wajib
- mandi junub
- wudu





