IHSG Dibuka Menguat, Saham BBCA, BMRI, hingga ANTM Naik ke Zona Hijau

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Jumat (26/6/2026). Saham BBCA, BMRI, hingga ANTM naik ke zona hijau hari ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 6.010,33 atau naik 0,52%. IHSG sempat bergerak di rentang 5.999-6.033 sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 256 saham menguat, 173 saham melemah, dan 223 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp10.592 triliun.

Beberapa saham berkapitalisasi pasar besar tercatat menguat seperti BBCA yang naik 2,07% ke level Rp6.150, saham BMRI naik 0,50% ke level Rp4.020, dan saham ANTM menguat 0,73% ke level Rp2.760.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan adanya berita bahwa Pemerintah kembali mempertimbangkan pemangkasan tambahan sebesar Rp50 triliun untuk Program MBG, direspons positif oleh investor. Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.850-6.100 di perdagangan Jumat (26/6/2026).

Sentimen juga datang dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan Rupiah di bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) masing-masing sebesar 25 bps. 

Baca Juga

  • Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 26 Juni 2026
  • IHSG Diproyeksi Uji Level 6.120, Cermati Saham MAPA, MEDC, UNVR, UNTR
  • Gelombang Buyback ASII, GOTO Cs Saat IHSG Tertekan, Ini Kata Analis

Kebijakan ini berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Dengan keputusan tersebut, TBP simpanan Rupiah di bank umum naik menjadi 3,75% dari sebelumnya 3,50%. Sementara itu, TBP simpanan Rupiah di BPR meningkat menjadi 6,25% dari sebelumnya 6,00%. 

Adapun TBP simpanan valuta asing di bank umum tetap dipertahankan sebesar 2,00%. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus menjaga kredibilitas tingkat bunga penjaminan sebagai acuan suku bunga simpanan yang wajar di perbankan. 

Kemenkeu memastikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di bank BUMN mulai dikembalikan kepada Pemerintah secara bertahap. Sebelumnya, Menteri Keuangan menempatkan dana SAL sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan sejak September 2025. 

Terdapat lima bank nasional yang dikucurkan dana tersebut untuk mendukung likuiditas yakni BMRI, BBNI, BBRI, BBTN, dan BRIS. Kemudian penempatan dana tersebut ditambah Rp100 triliun menjadi Rp300 triliun. 

Penarikan ini mengindikasikan Pemerintah membutuhkan dana lebih dalam membiayai pengeluarannya. Jika penarikan tersebut dilakukan secara bertahap diperkirakan tidak akan mengganggu likuiditas perbankan. 

IDX COMPOSITE INDEX - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran Penggerak HAM 2026 Diperpanjang hingga 28 Juni, Simak Tahapannya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Selidiki Pria Misterius Keluar dari Mobil Wanita ASN Tewas di Sidoarjo
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Satu Kapal Pertamina Bisa Lewati Selat Hormuz Setelah Tertahan Sejak Maret 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bawa Musik Indonesia ke Negeri Sakura, 4.13 Guitar Quartet Kembali Tampil di Japan Festival
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.