KOMPAS.TV – Bank Indonesia meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Program bertema "Kebangkitan Wirausaha untuk Menyongsong Indonesia Emas" ini mengusung model pembinaan yang menekankan penguatan kapasitas wirausaha sebelum pemberian modal usaha.
Program hasil sinergi Bank Indonesia bersama Kementerian UMKM, Kementerian Agama, dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan UMKM nasional, mulai dari rendahnya adopsi digitalisasi, keterbatasan akses pembiayaan, hingga peningkatan kompetensi kewirausahaan.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi di tengah ketidakpastian global sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM sebagai pilar ekonomi nasional. Peserta akan mengikuti pendidikan kewirausahaan dan sertifikasi selama dua setengah bulan, dilanjutkan dengan magang atau sandboxing, kemudian memperoleh akses permodalan setelah dinilai siap menjalankan usaha.
Peluncuran program ini juga menghadirkan sejumlah UMKM binaan Bank Indonesia, di antaranya Moza Salty Laboratory yang telah menembus pasar lebih dari 30 negara, Zuki Batik Tenun, serta UMKM pesantren Air Berkah Indonesia yang mengaku mendapat dukungan pemasaran dan perluasan jaringan usaha.
Hingga kini, Bank Indonesia melalui 46 kantor perwakilan telah membina lebih dari 3.000 UMKM di berbagai sektor, termasuk lebih dari 1.500 usaha berbasis pesantren. Program ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menciptakan lapangan kerja.
#BankIndonesia #UMKM #PerryWarjiyo #EkonomiKerakyatan
Baca Juga: Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen untuk Jaga Rupiah dan Inflasi | KOMPAS BISNIS
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- bankindonesia
- ekonomi
- program
- noads
- kompasbisnis





