Kronologi WNI dan Bayinya Tewas di Malaysia, Diduga Dianiaya Majikan

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi WNI dan bayinya tewas di Malaysia diduga dianiaya majikan. Jenazah telah dipulangkan ke kampung halaman di Aceh pada Rabu (24/6/2026).

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh Tamiang benama Putri Hensy Aprilda (22) dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. Ia diduga menjadi korban penyiksaan majikannya.

Nasib nahas juga menimpa bayinya yang baru lahir. Sang anak tewas bersamanya. Lantas bagaimana kronologinya?

Kronologi

Pemulangan jenazah korban dikawal langsung oleh anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma sampai tiba di rumah keluarga. Prosesnya dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari KBRI Kuala Lumpur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tim di lapangan, Haji Uma mengatakan jika peristiwa tragis berupa dugaan penyiksaan bermula pada 25 Maret 2026 di kawasan Klang, Selangor. Saat itu, korban yang sedang hamil diduga mengalami penyiksaan berat hingga menyebabkan dirinya melahirkan sebelum waktunya.

"Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya. Dalam kondisi tersebut, bayi lahir berlumuran darah," ujar Haji Uma, dikutip dari Tribunnews.

Ia menjelaskan bahwa setelah kelahiran prematur, bayi itu pun kembali menjadi korban kekerasan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bayi tersebut diduga sempat diperlakukan kasar beberapa kali oleh pelaku hingga mengalami kondisi kritis.

"Bayi itu tidak hanya sekali disakiti tetapi diduga berulang kali diperlakukan secara kejam hingga akhirnya meninggal dunia," ujarnya.

Setelah kejadian, bayi sempat ditinggalkan di lokasi. Sementara sang ibu dibawa oleh pelaku ke kawasan Sepang, Selangor.

Warga yang menemukan bayi kemudian membawa ke Hospital Tengku Ampuan Rahimah (HTAR) Klang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawa si bayi tidak terselamatkan.

 

Kemudian Putri Hensy Aprilda dibawa ke sebuah apartemen di kawasan Sepang diduga kembali mengalami penyiksaan hingga akhirnya meninggal dunia. Terduga pelaku diketahui seorang perempuan bernama Chin Siau Lan (44).

"Ini tindakan yang sangat kejam dan biadab. Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya dan kasus ini diusut tuntas sampai ke akar-akarnya," tegas Haji Uma.

Kronologi WNI dan bayinya tewas di Malaysia diduga karena dianiaya majikan. Jenazah telah dipulangkan ke kampung halaman di Aceh pada Rabu (24/6/2026).

Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh mengungkapkan bahwa korban tidak tercatat sebagai pekerja migran resmi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban berangkat ke luar negeri melalui jalur nonprosedural.

"Almarhumah dipastikan kerja di Malaysia lewat jalur tidka resmi atau nonprosedural," ujar Siti Rolijah, Kepala BP3MI Aceh, dikutip dari Kompas.com.

"Saat dilakukan pengecekan di aplikasi SISKOP2MI, data yang bersangkutan tidak ditemukan," tambahnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Target Proyek Gas Abadi Masela Mulai Konstruksi 2027
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Mayoritas Indeks Wall Street Lesu Usai Aksi Jual Saham Teknologi
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hasil Autopsi Ungkap ASN Bangkalan Diduga Meninggal 2-3 Hari Sebelumnya
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Foto: Meksiko, El Salvador dan Cile Kerahkan Personel ke Venezuela
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Belanda Keluarkan Peringatan Panas Ekstrem, Suhu Capai 40 Derajat Celsius
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.