Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang mampu mendukung percepatan industri hilirisasi nasional. Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
"Intinya adalah bagaimana percepatan industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden. Bersama Danantara ada banyak program, mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain," kata Mendiktisaintek.
Baca Juga :
Smelter Freeport di Gresik Ditargetkan Mulai Produksi September 2026Usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden, Brian Yuliarto menyebut pembahasan berpusat pada langkah-langkah percepatan program hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintah.
Menurut Brian, Presiden memberikan perhatian khusus pada kesiapan sumber daya manusia agar pengembangan industri hilirisasi tidak terkendala kekurangan tenaga kerja terampil.
"Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita itu nantinya betul-betul bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industri hilirisasi yang memang tidak sedikit itu," tambah Brian.
Baca Juga :
Ekspor Satu Pintu Didorong Perkuat Instrumen Hilirisasi
Kebutuhan tenaga kerja tersebut tidak hanya berasal dari sektor pengolahan mineral. Pemerintah juga menyiapkan SDM untuk mendukung hilirisasi di sektor lain, termasuk aquaculture dan aqua farming.
Baca Juga :
Hilirisasi dan Optimalisasi DHE Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi"Jadi kami diminta betul-betul memastikan jangan sampai nanti industri yang akan di-boosting ini yang akan dikembangkan secara cepat ini kemudian mengalami kekurangan SDM ataupun SDM-nya tidak sesuai. Misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, ternyata lulusannya tidak sesuai," ujar Mendiktisaintek.




