JAKARTA, KOMPAS — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan. Kali ini, untuk 1.121 personel perwira tinggi dan perwira menengah. Di antaranya, dua posisi Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda mengalami pergantian. Selain itu, dibentuk pula Kepolisian Resor Kota yang baru di kawasan Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Jumat (26/6/2026), menyampaikan, rotasi tersebut tertuang dalam tujuh Surat Telegram tertanggal 25 Juni 2026. Mutasi ditujukan sebagai bentuk pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan kinerja institusi.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Trunoyudo.
Di antara yang dimutasi, adalah Brigjen (Pol) Ruddi Setiawan yang semula menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri, ditunjuk untuk menjabat posisi Kapolda Aceh. Kini, posisi Kapuslitbang Polri dijabat oleh Brigjen (Pol) Didi Hayamansyah.
Adapun Irjen Marzuki Ali Basyah yang semula menempati jabatan Kapolda Aceh, dimutasi ke jabatan Perwira Tinggi (Pati) pada Polda Aceh dalam rangka pensiun.
Satu lagi posisi Kapolda yang berganti adalah Kapolda Papua Barat Daya Brigjen (Pol) Gatot Haribowo yang dimutasi sebagai Pati pada Polda Papua Barat Daya, juga dalam rangka pensiun. Penggantinya, Brigjen (Pol) Yulius Audie Sonny Latuheru yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pendidikan dan Pelatihan Khusus Kejahatan Transnasional (Kadiklatsusjatrans) Lemdiklat Polri.
Selain itu, Polri turut memutasi tiga jabatan Wakil Kapolda (Wakapolda), yakni Wakapolda Banten, Maluku, dan Papua Barat Daya.
Di tingkat kewilayahan, selain melakukan promosi terhadap 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes, dan Kapolres Metro, Polri juga meresmikan pembentukan Kepolisian Resor Kota (Polresta) baru di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dibentuk pula empat Polres Tipe D baru dan peningkatan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta.
Empat Polres Tipe D yang dibentuk berada di wilayah Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut. Adapun delapan Polres yang naik status menjadi Polresta berada di Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah.
”Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis,” ujar Trunoyudo.
Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis.
Selain itu, melalui mutasi kali ini, sebanyak 45 polisi wanita (Polwan) mendapatkan promosi sebagai upaya pemberian ruang pengabdian yang lebih luas. Adapun 17 di antaranya dipromosi sebagai Kapolres setingkat IIIA2. Hal ini, kata Trunoyudo, menunjukkan komitmen Polri terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi tanpa membedakan jender.
Trunoyudo menegaskan seluruh kebijakan mutasi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, sistem merit, serta evaluasi kinerja yang berkelanjutan.
“Melalui mutasi ini diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat,” tambahnya.
Mutasi kali ini hanya berjarak sebulan dengan mutasi sebelumnya. Tepatnya pada 7 Mei 2026, Kepala Polri memutasi lebih dari seratus perwira tinggi dan perwira menengah. Mutasi tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026. Saat itu, Mabes Polri pun menyatakan mutasi merupakan bagian dari proses pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis.
Upaya penataan organisasi dan wilayah di tubuh kepolisian ini seiring dengan tren membaiknya persepsi masyarakat. Hasil survei Litbang Kompas yang dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada 9–18 April 2026 terhadap 1.200 responden menunjukkan, citra positif Polri terus meningkat hingga menyentuh angka 71,5 persen.
Pemerhati hukum kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan, mengapresiasi tingginya capaian tersebut. Ia menilai tren positif ini adalah buah dari berbagai pembenahan kualitas pelayanan masyarakat, penegakan hukum, serta penguatan transparansi institusi yang mulai dirasakan manfaatnya oleh warga.
”Hasil survei kinerja Polri ini akan menjadi kado dari masyarakat. Naiknya citra positif Polri hingga mencapai 71,5 persen menunjukkan masyarakat mulai merasakan perubahan yang dilakukan institusi kepolisian,” ujar Edi yang pernah menjabat anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2012–2016 tersebut.
Meski demikian, Edi mengingatkan agar Polri mampu menjaga konsistensi kinerjanya. Ia berharap hasil positif tersebut tidak membuat institusi Bhayangkara terlena, melainkan menjadi pendorong perbaikan ke depan.
”Kita minta kepada seluruh jajaran Polri, angka kepercayaan publik yang tinggi jangan membuat Polri cepat berpuas diri. Justru harus menjadi dorongan agar reformasi internal, peningkatan integritas, pelayanan publik, dan penegakan hukum yang berkeadilan terus ditingkatkan,” tambahnya.





