IHSG Longsor, Analis Ungkap Penyebabnya

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah nyaris 3% pada perdagangan sesi pertama perdagangan jelang akhir pekan ini, setelah sempat dibuka menguat. Pelemahan terjadi di tengah aksi jual yang mendominasi mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada akhir sesi pertama, IHSG turun 2,73% atau terkoreksi 164 poin ke level 5.835,11. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.045 sebelum berbalik turun hingga menyentuh level terendah 5.830.

Analis Doo Financial Sekuritas Lukman Leong mengatakan, pelemahan pasar saham Indonesia hari ini karena sentimen risiko global yang memicu aksi penjualan di sektor kecerdasan buatan dan teknologi.


Baca: Lo Kheng Hong Panen Cuan Rp20 M dari Emiten Sawit Grup Salim (SIMP)

"Saya melihat penurunan ini mengikuti sentimen risk off global oleh sell off AI dan tech stock," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, pengaruh sentimen tersebut cukup kuat karena mempengaruhi bursa utama Asia dan indrks futures Amerika Serikat (AS).

Apalagi, pengumuman MSCI masih membuat investor terutama asing ragu untuk kembali mengingat masih ada resiko downgrade November mendatang.

Hal senada juga dikatakan oleh Analis MNC Sekuritas Herditya bahwa koreksi dari IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa regional Asia yg terkoreksi akibat sell-off pada emiten-emiten teknologi.

"Koreksi dari IHSG ini sejalan dengan yg kami sampaikan pada report teknikal pada pagi ini, dimana secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di fase downtrendnya," ujarmya saat dihubungi oleh CNBC Indonesia.

Sentimen lainnya, investor cenderung wait and see akan akan keputusan The Fed ke depannya yang cenderung higher for longer.

Di sisi lain, sentimen IHSG juga berasal dari harga komoditas yang dapat dicermati karena adanya koreksi dari harga minyak mentah dan juga emas yang diperkirakan mempengaruhi pergerakan emiten-emiten yang berkorelasi.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Investor Pantau BI Rate - Ulasan MSCI, IHSG & Rupiah Melemah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imbangi Paraguay 0-0, Australia Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Sukses, LPDB Koperasi Ajak Credit Union Perkuat Peran Strategis di KDKMP
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Mengapa Usaha Online Didata dalam Sensus Ekonomi
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Truk Tabrak Mobil lalu Hantam Toko di Bandung, Sopir Diduga Serangan Jantung
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.