HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya dalam memperkuat gastrodiplomasi Indonesia melalui partisipasi aktif di Indonesia Gastrodiplomacy Series Business Forum 2026 yang digelar di Nusantara Hall, Hotel Rinra Makassar, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Forum ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan perwakilan diplomatik dari 28 negara untuk membahas pengembangan gastronomi sebagai kekuatan budaya dan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), menyampaikan materi berjudul “From Antimacassar to Future Gastronomy: Opportunities for Collaboration in Research and Education at Hasanuddin University.” Ia mengangkat korelasi historis Makassar melalui identitas Macassar Oil dan antimacassar yang menunjukkan posisi kota ini dalam jaringan pertukaran budaya dan perdagangan internasional sejak lama.
Prof. Ruslin menegaskan, dastrodiplomasi bukan sekadar promosi kuliner semata. Ini adalah sebuah ekosistem yang menghubungkan pendidikan, riset, inovasi pangan, penguatan sumber daya lokal, pariwisata, serta kemitraan antara pemerintah, industri, komunitas, dan mitra internasional. Pernyataan ini membuka cakrawala baru dalam memahami potensi gastronomi sebagai pilar pengembangan budaya dan ekonomi yang berkelanjutan.
Universitas Hasanuddin memanfaatkan forum ini untuk memperkenalkan peluang kolaborasi di berbagai bidang, termasuk riset dan pendidikan, sistem pangan berkelanjutan, pertanian, pariwisata, budaya, dan inovasi. Kerja sama ini dapat diwujudkan melalui riset bersama, pertukaran akademik, program pendidikan internasional, serta kemitraan dengan sektor usaha dan industri.
Lebih lanjut, Prof. Ruslin menjelaskan bahwa pengembangan gastronomi berbasis budaya dan inovasi memberikan peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk berperan aktif di kancah global.
“Jejak sejarah dan potensi lokal menjadi pijakan penting untuk memperkuat posisi Makassar dan Sulawesi Selatan dalam pengembangan gastronomi yang berdaya saing dan berkelanjutan,” jelasnya saat ditemui di lokasi forum.
Partisipasi Universitas Hasanuddin dalam Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 sekaligus menunjukkan kontribusi akademik yang nyata dalam memperluas jejaring global dan mendukung pengembangan gastronomi Indonesia yang berkelanjutan.
Forum ini dihadiri oleh para duta besar, chargé d’affaires, konsul jenderal, dan perwakilan resmi dari berbagai negara sahabat seperti Peru, Finlandia, Ethiopia, Brasil, Jepang, Australia, Malaysia, Belanda, Meksiko, dan Filipina. (*/)





