Angkat Kisah Kemanusiaan di Tengah Konflik Poso Film Tanah Runtuh Dapat Dukungan dari Jusuf Kalla

paragram.id
1 jam lalu
Cover Berita

Film Tanah Runtuh resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai hari ini, Kamis (25/6/2026). Disutradarai Rudi Soedjarwo dan diproduseri Denny Siregar, film ini mengangkat latar konflik Poso, Sulawesi Tengah, namun memilih menghadirkan kisah yang berfokus pada kemanusiaan, kasih sayang keluarga, dan harapan di tengah situasi penuh kekerasan.

Film ini mendapat dukungan dari mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam proses perdamaian konflik Poso. Menurut Jusuf Kalla, Tanah Runtuh menjadi pengingat akan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman.

"Dengan latar belakang konflik Poso, banyak hal yang perlu menjadi perhatian dan bagaimana kehidupan toleransi berjalan baik," ujar Jusuf Kalla.

Cuplikan Film Tanah Runtuh (Press Release)

Berbeda dengan film bertema konflik pada umumnya, Tanah Runtuh tidak menempatkan peperangan sebagai fokus utama cerita. Film ini mengikuti perjalanan dua kakak beradik, Ringgo dan Kai, yang terpisah dari sang ibu di tengah kerusuhan. Melalui sudut pandang anak-anak, penonton diajak melihat bagaimana manusia tetap bisa saling melindungi meski berada dalam situasi yang penuh ketakutan.

Sutradara Rudi Soedjarwo mengatakan dirinya lebih tertarik mengeksplorasi sisi kemanusiaan daripada menggambarkan konflik itu sendiri.

"Saya tidak tertarik membuat film tentang konfliknya. Yang menarik buat saya adalah manusia-manusia yang harus hidup di tengah situasi itu. Bagaimana seorang ibu mencari anaknya, bagaimana seorang kakak menjaga adiknya, dan bagaimana orang-orang yang tadinya asing memilih untuk saling menjaga. Itu yang menurut saya paling manusiawi," ungkap Rudi.

Cuplikan Film Tanah Runtuh (Press Release)

Hal senada disampaikan produser Denny Siregar. Menurutnya, pemilihan latar konflik Poso bukan bertujuan membuka kembali luka lama, melainkan menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan tetap dapat bertahan bahkan di tengah masa paling kelam.

"Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Lewat film ini, saya merasa kita diingatkan kembali bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," kata Denny.

Salah satu daya tarik utama Tanah Runtuh adalah karakter Ringgo, seorang anak dengan Down Syndrome yang diperankan oleh Ridho Khaliq, yang juga merupakan penyandang Down Syndrome. Ringgo tidak digambarkan sebagai objek belas kasihan, melainkan sebagai karakter utama yang utuh dengan rasa takut, kasih sayang, dan kepolosan yang menjadi pusat emosional cerita.

Cuplikan Film Tanah Runtuh (Press Release)

Dalam film tersebut, Ringgo hanya memiliki satu tujuan sederhana, yaitu menemukan ibunya dan tetap menyayangi orang-orang yang menyayanginya. Kesederhanaan itulah yang menjadi kekuatan moral sepanjang cerita.

Selain mengangkat salah satu konflik komunal terbesar dalam sejarah Indonesia, Tanah Runtuh juga menghadirkan representasi yang jarang terlihat di perfilman nasional dengan menjadikan penyandang Down Syndrome sebagai karakter utama yang kompleks dan berdimensi.

Film ini dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, Tubagus Ali, Agnes Naomi, Jerry Likumahwa, Royhan Hidayat, Tike Priatnakusumah, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo. Melalui kisah Ringgo, Tanah Runtuh ingin menyampaikan bahwa bahkan ketika dunia terasa runtuh karena konflik, kebencian, atau ketakutan, kemampuan manusia untuk mencintai tidak akan pernah ikut runtuh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Pastikan Prioritas Pengiriman BBM Subsidi di Jatim, Siapkan Mitigasi Urai Antrean SPBU
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Honda X-ADV Jangan Tenang Dulu, Muncul Skutik Petualang Baru yang Beda dari Biasanya
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Era Suku Bunga Tinggi, HSBC Permudah Akses Modal Kerja lewat TradeCash
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Jokowi Awali Perjalanan Silahturahmi Kebangsaan Di Lampung
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
Petani Khawatir B50 Jadi Beban Baru, Dana Sawit Bisa Hilang Rp 28 Triliun
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.