Wakil Asia Jepang dan Australia, Grup Timnas Indonesia di Babak 4 Kualifikasi Kini Lolos di Fase Babak Gugur 32 Besar Piala Dunia

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Piala Dunia 2026 kembali menjadi panggung pembuktian bahwa sepak bola Asia tidak lagi bisa dipandang sebagai pelengkap kompetisi.

Di tengah dominasi negara-negara besar seperti Brasil, Belanda, Argentina, hingga Prancis, dua wakil Asia kembali menunjukkan bahwa mereka pantas berada di antara tim-tim terbaik dunia.

Jepang dan Australia memastikan langkah ke babak gugur 32 besar Piala Dunia 2026.

Perjalanan keduanya memang ditempuh dengan cara berbeda, tetapi memiliki pesan yang sama: sepak bola Asia terus berkembang dan semakin mampu bersaing di level tertinggi.

Jepang menjadi tim pertama yang mengamankan tiket fase gugur setelah menutup penyisihan Grup F sebagai runner-up. Hasil imbang 1-1 melawan Swedia di Stadion AT&T, Dallas, cukup mengantar pasukan Hajime Moriyasu mengoleksi lima poin dan melaju ke babak berikutnya.

Di pertandingan lain, Belanda memastikan diri menjadi juara grup setelah mengalahkan Tunisia 3-1.

Meski hanya finis di posisi kedua, Jepang tetap menjadi salah satu tim yang paling menarik perhatian sepanjang fase grup.

Samurai Biru kembali memperlihatkan identitas yang selama beberapa tahun terakhir menjadi ciri khas mereka.

Disiplin.

Cepat dalam transisi.

Dan sangat efektif memanfaatkan setiap peluang.

Kini, tantangan yang jauh lebih besar sudah menanti.

Di babak 32 besar, Jepang akan berhadapan dengan Brasil, negara yang lima kali mengangkat trofi Piala Dunia dan kembali menjadi salah satu kandidat utama juara tahun ini.

Di atas kertas, Brasil memang lebih diunggulkan.

Kualitas individu pemain, kedalaman skuad, hingga pengalaman tampil di laga-laga besar membuat Tim Samba tetap menjadi favorit.

Namun Jepang datang dengan modal yang tidak bisa diabaikan.

Samurai Biru pernah menciptakan salah satu kemenangan paling mengejutkan ketika mengalahkan Brasil 3-2 dalam laga uji coba internasional pada Oktober 2025.

Saat itu, Jepang bahkan mampu bangkit setelah tertinggal dua gol sebelum akhirnya membalikkan keadaan.

Kemenangan tersebut memang bukan terjadi di turnamen resmi.

Namun hasil itu menjadi bukti bahwa Jepang telah memiliki kualitas untuk menghadapi tim-tim elite dunia.

Bukan hanya Brasil.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang juga berkali-kali menghadirkan kejutan ketika menghadapi negara-negara Eropa.

Mereka mampu mengalahkan Jerman, menundukkan Spanyol, hingga memberikan perlawanan sengit kepada Kroasia pada edisi Piala Dunia sebelumnya.

Itulah sebabnya Brasil diperkirakan tidak akan memandang remeh lawannya kali ini.

Meski demikian, perjalanan Jepang menuju babak berikutnya juga tidak berjalan tanpa hambatan.

Pelatih Hajime Moriyasu kehilangan sejumlah pemain penting akibat cedera.

Takumi Minamino dipastikan absen setelah mengalami cedera serius.

Padahal, ia merupakan salah satu pencetak gol ketika Jepang mengalahkan Brasil pada laga persahabatan tahun lalu.

Kehilangan lainnya datang dari Wataru Endo yang selama ini menjadi motor keseimbangan lini tengah.

Sementara Takefusa Kubo juga tidak dapat memperkuat tim sehingga mengurangi kreativitas serangan Samurai Biru.

Kondisi tersebut membuat Moriyasu harus kembali mengandalkan regenerasi yang selama ini menjadi kekuatan utama sepak bola Jepang.

Nama-nama seperti Daizen Maeda kini diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pemain senior.

Di sisi lain, Australia juga berhasil menjaga tradisinya sebagai langganan fase gugur Piala Dunia.

Socceroos memastikan tiket ke babak 32 besar usai bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay pada laga terakhir Grup D.

Pertandingan berlangsung keras dan penuh duel sejak menit pertama.

Australia sebenarnya memperoleh beberapa peluang berbahaya, termasuk melalui Jackson Irvine pada awal pertandingan.

Namun penampilan impresif penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill, membuat pertandingan berakhir tanpa gol.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil tersebut sudah cukup membawa Australia finis sebagai runner-up grup dengan tiga poin.

Mereka menemani Amerika Serikat yang lebih dulu memastikan diri menjadi juara grup.

Bagi Australia, keberhasilan tersebut kembali menunjukkan karakter yang selama ini melekat pada Socceroos.

Mereka mungkin tidak selalu tampil atraktif.

Namun Australia hampir selalu sulit dikalahkan.

Organisasi pertahanan yang rapi, permainan fisik yang kuat, serta mental bertanding yang tinggi menjadi fondasi utama perjalanan mereka di berbagai turnamen internasional.

Karakter itu pula yang membuat Australia tetap menjadi salah satu kekuatan utama Asia sejak bergabung ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sementara Paraguay masih memiliki peluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Dengan sistem baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak melaju ke fase gugur.

Karena itu, harapan Paraguay belum sepenuhnya tertutup.

Bagi Asia, keberhasilan Jepang dan Australia memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar tambahan jumlah wakil di babak gugur.

Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa negara-negara Asia kini semakin mampu bersaing dengan kekuatan tradisional dunia.

Dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia, wakil Asia terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Arab Saudi pernah mengejutkan dunia ketika mengalahkan Argentina.

Korea Selatan beberapa kali menembus fase gugur.

Australia terus konsisten lolos dari grup.

Sementara Jepang kini menjadi salah satu tim Asia yang paling disegani karena kemampuannya mengalahkan tim-tim elite dunia.

Keberhasilan tersebut tentu menjadi inspirasi bagi negara-negara Asia lainnya.

Bahwa dengan pembinaan yang konsisten, kompetisi domestik yang sehat, serta investasi jangka panjang terhadap pemain muda, negara Asia mampu berdiri sejajar dengan kekuatan sepak bola dunia.

Kini, perhatian akan tertuju pada langkah berikutnya.

Jepang akan menghadapi ujian terbesar saat bertemu Brasil.

Australia juga bersiap menghadapi lawan berat di fase gugur.

Mereka memang tidak berstatus unggulan.

Namun perjalanan panjang sepak bola telah berkali-kali membuktikan bahwa di Piala Dunia, status favorit tidak selalu menjamin kemenangan.

Dan jika Jepang maupun Australia kembali mampu menciptakan kejutan, maka dunia akan semakin yakin bahwa era baru sepak bola Asia benar-benar telah dimulai.

Babak gugur kini menjadi panggung berikutnya.

Tempat di mana dua wakil Asia akan kembali membawa harapan satu benua untuk terus bersaing di antara raksasa-raksasa sepak bola dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat DKI Jakarta 26 Juni 2026
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekuador dan Jerman Minim Rotasi pada Laga Penentuan Grup E Piala Dunia 2026
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Wamendagri Bima: Harmonisasi Regulasi Kunci Penyempurnaan RUU Daerah Kepulauan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
BULOG dan Mendag Pantau Pasar d Banyumas, Pastikan Pasokan Beras SPHP dan MinyaKita Aman Tersedia
• 8 jam laludisway.id
thumb
Seller Marketplace Omzet di Bawah Rp 500 Juta Bisa Bebas PPh 0,5 Persen
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.