Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rachim Dinata Marsidi, mengungkapkan pihaknya akan melakukan operasi rekonstruksi pada wajah YTR, perempuan yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh Taufik Hidayat.
Rachim mengatakan, luka paling berat yang dialami korban berada di bagian wajah. Karena itu, penanganan medis akan difokuskan pada operasi rekonstruksi guna mengembalikan fungsi dan bentuk wajah korban semaksimal mungkin.
"Jadi bapak ibu sekalian, yang paling berat adalah di bagian wajah (korban)," kata Rachim, Jumat (26/6).
Ia menegaskan, operasi yang akan dilakukan bukan bertujuan untuk kepentingan estetika, melainkan untuk memulihkan kondisi wajah korban.
"Namanya rekonstruksi, jadi bukan kecantikan. Ini adalah mengembalikan kondisi supaya mendekati seperti semula. Kalau sempurna sangat sulit," ujarnya.
Untuk menangani korban, RSHS membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari sekitar 40 tenaga medis. Tim tersebut melibatkan dokter spesialis penyakit dalam, bedah mulut, bedah plastik, psikiater, hingga ahli gizi.
Menurut Rachim, kondisi fisik korban juga mengalami kekurangan gizi sehingga harus dipulihkan terlebih dahulu sebelum menjalani operasi rekonstruksi.
"Keadaan tubuhnya pun seperti kekurangan gizi. Supaya nanti menghadapi atau dilakukan operasi rekonstruksi ini bisa berjalan dengan baik, tentu kami harus mengembalikan kondisi pasien terlebih dahulu," jelasnya.
Rekonstruksi Wajah Diperkirakan Berlangsung 3 BulanRachim memperkirakan proses rekonstruksi wajah akan berlangsung sekitar tiga bulan dan dilakukan secara bertahap.
Ia menjelaskan, tindakan operasi akan cukup kompleks karena korban mengalami patah tulang pada bagian wajah yang memerlukan pemasangan implan.
"Operasi wajah ini apalagi ada fraktur di wajahnya yang memerlukan implan," katanya.
Selain luka di wajah, Rachim mengungkapkan korban juga mengalami infeksi berat di bagian kepala. Saat pemeriksaan dilakukan, tim medis bahkan menemukan belatung di area luka.
"Lukanya cukup banyak dan di daerah kepala. Dan boleh dikatakan memang ini sangat-sangat infeksi yang hebat. Boleh dikatakan belatung mungkin sudah ada," ujarnya.
Saat ini, tim dokter telah melakukan operasi pembersihan luka untuk mengatasi infeksi. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya bakteri yang menyebabkan infeksi cukup berat sehingga korban masih memerlukan penanganan intensif.
Karena itu, pihak rumah sakit membatasi kunjungan terhadap korban guna mencegah masuknya kuman dari luar yang dapat menghambat proses penyembuhan maupun operasi rekonstruksi selanjutnya.
"Kami saat ini dan mungkin beberapa hari ke depan akan memperketat, tidak boleh ditengok karena yang datang nanti akan membawa kuman sehingga kami tidak bisa melakukan rekonstruksi nanti oleh teman sejawat kami bedah plastik," pungkasnya.





