Rupiah Sore Ini Ditutup Menguat ke Rp17.922 per Dolar AS

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (25/6/2026), naik 21 poin atau sekitar 0,12 persen ke level Rp17.922 per USD

Rupiah Sore Ini Ditutup Menguat ke Rp17.922 per Dolar AS (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel  - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (25/6/2026) atau naik 21 poin atau sekitar 0,12 persen ke level Rp17.922 per dolar AS.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal di dekat Oman, yang mendorong badan pelayaran PBB untuk menangguhkan skema evakuasi sukarela.

Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Iran menembaki kapal kargo tersebut saat mencoba melewati selat.

“Otoritas Iran mengatakan keamanan kapal yang melewati di luar rute Hormuz yang telah ditentukan tidak terjamin,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Data menunjukkan pada hari Kamis bahwa pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz meningkat minggu ini ke level tertinggi sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai pada bulan Februari setelah kesepakatan gencatan senjata membuka kembali jalur air tersebut, sementara kekhawatiran tentang berapa lama selat tersebut akan tetap terbuka juga meningkatkan perdagangan.

Namun, lalu lintas secara keseluruhan tetap jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata harian 125 kapal yang melewati selat tersebut sebelum konflik 28 Februari dimulai. Sementara itu, gempa bumi di Venezuela yang terjadi pada hari Kamis juga meningkatkan kekhawatiran pasokan.

Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan bahwa PCE inti naik menjadi 3,4 persen YoY pada bulan Mei dari 3,3 persen pada bulan April. Secara bulanan, PCE inti tidak berubah di 0,3 persen. Inflasi PCE utama meningkat menjadi 4,1 persen YoY dari 3,8 persen, menandai angka tahunan tertinggi sejak April 2023 dan Oktober 2023.

Menurut alat CME FedWatch, reaksi terhadap data PCE menunjukkan sedikit penurunan taruhan untuk kenaikan suku bunga Fed tahun ini dan sedikit peningkatan taruhan agar bank sentral mempertahankan suku bunga tetap stabil.

Dari sentimen domestik, pasar merespon positif terhadap pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi dan pengurangan anggaran lebih lanjut untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga stabilitas fiskal.

Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) pada APBN 2026 telah disesuaikan. Pagu anggaran MBG telah dipangkas dari rencana awal sebesar Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, alokasi tersebut dilaporkan kembali mengalami penajaman/pemotongan menjadi sekitar Rp228,38 triliun. Pemerintah mengkaji opsi pemotongan tambahan hingga Rp50 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan negara Pemotongan ini dilakukan untuk merespons risiko ekonomi global, menjaga defisit fiskal, serta memperbaiki tata kelola program.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi pasar secara agresif melalui tiga lini utama pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) guna meredam volatilitas dan mencegah depresiasi rupiah yang belakangan mendekati level Rp18.000 per Dolar AS.

Apabila pelemahan masih berlanjut maka strategi yang dilakukan BI adalah menaikkan suku bunga acuan, meskipun bank sentral telah menaikkan 100 basis poin (bps) hanya dalam waktu dua bulan.

Sedangkan yang dibutuhkan pasar saat ini adalah jangkar ekspektasi yang jelas bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama serta didukung koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal.

Dari sisi komunikasi, BI perlu terus menegaskan konsistensi arah kebijakan, kecukupan cadangan devisa dan instrumen stabilisasi, serta komitmen untuk menjaga agar pelemahan rupiah tidak berujung pada lonjakan inflasi maupun gangguan stabilitas sistem keuangan.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.920-Rp17.960 per dolar AS. Sedangkan untuk sepekan ke depan rupiah diprediksi di rentang Rp17.880-Rp18.100 per dolar AS.


(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Mogok di Cerme Gresik
• 14 menit laluberitajatim.com
thumb
Materi Latsarmil Kopdes Disorot, Istana Tegaskan Tetap Ada Pelatihan Kompetensi Manajerial
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Purbaya: Defisit Fiskal di Bawah 3 Persen karena Harga Minyak Turun
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ternyata Ini Alasan yang Buat Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public dengan Kevin Gusnadi
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
XLSmart Gandeng Huawei Kembangkan Layanan Solusi ICT Terpadu untuk UMKM
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.