Taufik Hidayat Minta Maaf, Keluarga Korban: Saya Nggak Mau Dia Dihukum Mati, Serahkan Dulu ke Kami

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan berencana terhadap korban Yuvita Tri Rezeki ditampilkan dalam sesi konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Jumat (26/6/2026). Ia dijaga ketat oleh petugas dan terus menunduk.

Seusai sesi konferensi pers, Taufik Hidayat ditampilkan di hadapan media massa. Tersangka hanya tertunduk hingga akhirnya "dipaksa" petugas untuk mengangkat kepala dan selanjutnya meminta maaf.

Baca Juga
  • Terungkap Taufik Hidayat Residivis Kasus KDRT, Kini Dijerat Pasal Berlapis di Kasus Yuvita
  • Kapolda Jabar Bicara Ancaman Hukuman untuk Taufik Hidayat, Masyarakat Diminta Mengawal
  • Akhir Sayembara Rp 250 Juta Menangkap Taufik Hidayat, Begini Keputusan KDM

"Saya mohon maaf, saya salah, saya menyesal, saya minta maaf," kata dia, Jumat (26/6/2026).

Usai permintaan maaf itu, ia dicecar sejumlah wartawan mengapa melakukan hal tersebut kepada Yuvita. Taufik pun hanya terdiam dan terus menunduk.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Setelah itu, Taufik langsung digiring kembali oleh polisi. Sementara itu, kakak korban, Afif Shandy, menolak permintaan maaf pelaku. Dia menilai perbuatan tersangka kepada adiknya sangat sadis.

"Kalau saya dari pihak keluarga, nggak ada kata maaf. Dia enteng ngomong minta maaf, sedangkan Vita udah hancur kayak gini, dia cuman minta maaf? Nggak ada kata maaf," ungkap dia.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karyawan Padel di Jaksel Disekap-Dianiaya karena Dituduh Curi Raket
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Proyek Gas Abadi Masela Mulai Konstruksi 2027, Pemerintah Percepat Investasi
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Festival Dayung Sispala Jakarta 2026 Ajak Masyarakat Peduli Kelestarian Sungai
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polda Metro Bongkar 3.809 Kasus Narkoba Sejak Januari, Sita 17,4 Ton Sabu-Ganja
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
PGE catat pertumbuhan produksi listrik 1.370 Gwh pada kuartal I 2026
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.