MDKA Diuntungkan dari Kenaikan Harga Tembaga dan Produksi Emas

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Prospek bisnis PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) semakin positif seiring kenaikan harga tembaga dan peningkatan produksi emas.

MDKA Diuntungkan dari Kenaikan Harga Tembaga dan Produksi Emas. (Foto: Merdeka Copper Gold)

IDXChannel - Prospek bisnis PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) semakin positif seiring kenaikan harga tembaga dan peningkatan produksi emas.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebut perseroan berpotensi memperoleh manfaat dari tren harga komoditas yang masih kuat serta ekspansi produksi emas dari tambang Pani.

Baca Juga:
IHSG Ditutup Melemah 1,7 Persen ke 5.896 Poin, Saham TPIA-BUMI Anjlok

Maybank Sekuritas menaikkan asumsi harga tembaga jangka panjang menjadi USD9.260 per ton dari sebelumnya sekitar USD8.000 per ton. Langkah tersebut dilakukan setelah harga tembaga bertahan pada level tinggi sepanjang kuartal II-2026.

Selain itu, tambang emas Pani milik Merdeka Copper Gold telah mencatat produksi emas perdana pada kuartal I-2026. Maybank memperkirakan produksi emas perseroan akan meningkat signifikan, dari 103.000 ons pada tahun lalu menjadi 165.000 ons pada 2026 dan mencapai 465.000 ons pada 2030.

Baca Juga:
Lonsum (LSIP) Patok Dividen Rp83 per Saham, 30 Persen dari Laba Bersih

Dengan prospek tersebut, Maybank Sekuritas menaikkan target harga saham MDKA menjadi Rp3.800 dari sebelumnya Rp2.800, dengan rekomendasi tetap beli (buy).

Pada perdagangan Jumat (26/6/2026), saham MDKA tercatat ditutup jatuh 7,24 persen ke level Rp2.690 per unit.

Baca Juga:
Laba Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

Di sisi lain, Merdeka Copper Gold juga mencatatkan sejarah dengan memutuskan pembagian dividen tunai untuk pertama kalinya sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2015. Perseroan menetapkan total dividen sebesar Rp300 miliar kepada pemegang saham.

Dengan jumlah saham beredar sekitar 24,47 miliar saham setelah dikurangi saham treasuri, nilai dividen diperkirakan mencapai sekitar Rp12,28 per saham.

Pembagian dividen tersebut dilakukan meski perseroan masih membukukan kerugian pada 2025. Merdeka mencatat rugi bersih USD62 juta atau sekitar Rp1 triliun, meningkat dibandingkan rugi USD55,7 juta pada 2024.

Perseroan menyatakan dana dividen akan berasal dari sebagian saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Kebijakan tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis yang membaik, sekaligus tetap menjaga kondisi keuangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Presiden Direktur MDKA Albert Saputro mengatakan, meski 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan, perseroan memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat.

"Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026). (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambangi Istana Merdeka, Kapolri Temui Presiden Prabowo Subianto
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
Ngeri! Ari Lasso Sebut Dua Kemungkinan Jika Dearly Joshua Selingkuh, Sebut Soal Kematian
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Pemprov Riau Larang Sekolah Menjual Seragam dan Mewajibkan Pembelian kepada Orang Tua
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat: Cerah Berawan Sepanjang Hari, Suhu Capai 33 Derajat
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rampung Diperiksa KPK, Tersangka Kasus Gratifikasi MPR Ngaku Tak Terima Uang
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.