Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto bercerita dirinya telah 4 kali gagal menjadi Presiden RI. Prabowo mengatakan meskipun kalah, tapi dirinya tidak pernah mengganggu Presiden terpilih.
Hal itu disampaikan Prabowo Subianto saat memberikan taklimat di acara Sarasehan Kebangsaan 2.600 Rektor/Dekan/Dosen PTN dan PTS Seluruh Indonesia pada Jumat (26/6/2026) di Jakarta Convention Center.
Prabowo awalnya mengatakan bahwa dirinya menyukai sejarah. Berdasarkan apa yang dia pelajari dari sejarah, terdapat satu bukti bahwa bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerjasama adalah bangsa yang bangkit.
Sementara, bangsa yang elitnya tidak bisa bekerja sama akan menjadi bangsa yang tidak bisa memanfaatkan potensinya.
Prabowo memberi contoh perang yang terjadi di berbagai negara, seperti Ukraina, Gaza, hingga Lebanon. Selain itu, perang di Iran, Yaman, Afganistan, hingga Myanmar.
"Saudara-saudara, di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain elit yang tidak bisa kerjasama," ujar Prabowo.
Baca Juga
- Ganjalan di Balik Geliat Prabowo Pangkas Jumlah BUMN
- Prabowo Minta Danantara dan Mendiktisaintek Cegah Krisis SDM Hilirisasi
- Prabowo dan Kapolri Bahas Situasi Kamtibmas dan Kesiapan Hari Bhayangkara 2026
Oleh karena itu, menurutnya dalam bernegara perlu ada kerja sama dari para elit agar Indonesia bisa memanfaatkan potensinya.
Lebih lanjut, Prabowo pun bercerita dirinya telah 4 kali gagal dan kalah saat mengikuti perhelatan Pilpres. Namun, dirinya tidak pernah mengganggu Presiden yang dikehendaki rakyat.
"Sebagai pemimpin politik saya dipilih secara demokratis. Saya maju ke rakyat 5 kali minta mandat, 4 kali tidak diberi mandat, 4 kali saya kalah. Akan tetapi, saya tidak menganggu pemimpin yang dapat mandat," ujar Prabowo.
Prabowo melanjutkan bahwa kekalahan itu memang sedih. Akan tetapi, dirinya sadar dan mengerti karena Indonesia sudah sepakat untuk hidup sebagai negara dengan kedaulatan rakyat.
"Jadi kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi. Wujudnya adalah pemilihan. Akan tetapi, alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh habis tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut? Kapan kita mau maju kesejahteraan untuk rakyat kita?," tuturnya.





