JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan penertiban parkir liar di Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, pada Jumat (26/6/2026) sore.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, penertiban dipimpin langsung oleh Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin, didampingi Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak.
Dalam operasi tersebut, petugas Dinas Perhubungan dibantu personel Satpol PP, TNI, dan Polri.
Baca juga: Ada 5 Kamar Terisi Saat Kos Ambruk di Benhil Jakpus, Penghuni Berhamburan Selamatkan Diri
Namun, langkah penertiban itu diwarnai protes dari sejumlah pedagang yang khawatir kebijakan tersebut akan berdampak pada pendapatan mereka.
Awalnya, Budi melakukan pengecekan di Jalan Mayjen Sutoyo arah Tanjung Priok. Di lokasi tersebut, kondisi parkir dinilai sudah tertib karena kendaraan diparkir secara serong dalam satu baris sesuai aturan.
Namun, Budi menemukan petugas parkir resmi masih melakukan pembayaran secara manual, padahal transaksi seharusnya menggunakan QRIS.
Petugas juga mengingatkan bahwa parkir di bahu Jalan Mayjen Sutoyo arah Tanjung Priok diperbolehkan, kecuali pada pukul 06.00-10.00 WIB.
Selain itu, kendaraan yang diparkir harus membentuk sudut 45 derajat dan hanya diperbolehkan menggunakan satu lajur.
Setelah melakukan pengecekan di ruas jalan arah Tanjung Priok, petugas gabungan melanjutkan pemeriksaan ke arah sebaliknya.
Di ruas Jalan Mayjen Sutoyo dari arah Tanjung Priok menuju Cililitan, petugas menemukan sejumlah mobil yang melanggar aturan parkir.
Baca juga: Judol Hayam Wuruk Pakai Server Brasil, China, hingga Vietnam demi Hindari Pemblokiran
Pada sisi jalan tersebut, kendaraan hanya diperbolehkan parkir secara paralel pada pukul 16.00-20.00 WIB.
Karena itu, petugas gabungan menderek empat mobil yang melanggar ketentuan. Sebelum penderekan dilakukan, petugas terlebih dahulu meminta pemilik kendaraan memindahkan mobilnya.
Namun, beberapa kendaraan tidak diketahui pemiliknya sehingga akhirnya diderek. Hal itu sempat mendapat protes dari sejumlah warga dan pedagang.
Mereka menilai penyebab kemacetan tidak hanya berasal dari Jalan Mayjen Sutoyo, tetapi juga dari kawasan Pusat Grosir Cililitan (PGC) dan Pasar Kramat Jati.
"Penyebab kemacetan bukan di sini saja, tapi ada di PGC sama Kramat Jati, harusnya di sana ditertibin, kita dagang kalau gak bisa parkir gimana, pembeli sepi," teriak warga kepada petugas.





