jpnn.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin menegaskan partainya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memikirkan masa depan Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Gus Muhaimin, PKB lahir dari rahim NU sehingga berkepentingan agar organisasi tersebut tetap sehat, kuat, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan pesantren, bangsa, dan negara.
BACA JUGA: Lagi, Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil di Yon Parako 465
"PKB ini selain berada di eksekutif dan legislatif, sebagai anak NU juga punya tanggung jawab memikirkan NU. Kalau tidak ikut memikirkan dimarahi, ikut memikirkan dianggap campur tangan. Kan repot kalau begitu," kata Gus Muhaimin saat menghadiri Sholawat Kebangsaan dan Pentas Budaya di Banyumas, Kamis (25/6) malam.
Dia menilai keberadaan NU yang sehat dan produktif menjadi kepentingan nasional karena memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas bangsa.
BACA JUGA: KPK Ungkap Tarif Pemerasan Izin Tinggal di Imigrasi Bali, Ada Istilah Uang Klik Segala
"NU harus sehat. Kalau NU tidak sehat, yang rugi negara. Kalau NU tidak sehat, yang rugi pemerintah. Karena kalau NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya sehat, mereka bisa membantu pemerintah menyukseskan pembangunan," ujarnya.
Menurut dia, semakin kuat dan produktif peran NU, semakin ringan pula beban pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan.
BACA JUGA: 55 Ribu Buruh Terancam PHK Gegara Gas Industri Mahal, Dasco Langsung Telepon Bos Pertamina
"Kalau NU kuat, NU produktif, maka akan meringankan beban dan tanggung jawab pemerintah," tuturnya.
Gus Muhaimin juga membantah anggapan bahwa perhatian PKB terhadap NU merupakan bentuk intervensi terhadap organisasi tersebut.
Dia menegaskan kepedulian PKB lahir dari rasa tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar NU sekaligus demi menjaga peran strategis organisasi itu bagi masa depan Indonesia.
"Saya kalau mengkritik NU suka ada yang marah, dibilang PKB ikut-ikut. Tidak, kita tidak ikut-ikut, tapi kita bertanggung jawab. Kita ikut memikirkan masa depan NU bukan hanya karena kita anaknya NU, tetapi karena bangsa ini membutuhkan NU yang semakin berperan. Semakin NU berperan dengan baik, semakin besar peluang bangsa ini meraih kemajuan," tegas Gus Muhaimin.(kkp/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra




