Saudi Aramco Bersiap Kembali Ekspor Minyak Lewat Selat Hormuz

idxchannel.com
21 jam lalu
Cover Berita

Saudi Aramco melakukan pemuatan minyak di terminal Ras Tanura di Teluk setelah hampir empat bulan terhenti.

Saudi Aramco Bersiap Kembali Ekspor Minyak Lewat Selat Hormuz

IDXChannel - Saudi Aramco melakukan pemuatan minyak di terminal Ras Tanura di Teluk setelah hampir empat bulan terhenti.

Dilansir dari Gulf Today pada Jumat (26/6/2026), Arab Saudi bersiap untuk kembali mengeskpor minyak melalui Selat Hormuz.

Baca Juga:
Lebih dari 1.200 Kapal Kargo Masih Terjebak di Selat Hormuz

Berdasarkan data pelayaran, dua kapal tanker minyak mentah sangat besar (VLCC) yang dioperasikan oleh anak perusahaan Saudi Aramco, terlihat memuat minyak mentah di Ras Tanura, sementara satu lagi menunggu di dekatnya.

Setiap VLCC mampu memuat dua juta barel minyak. Ras Tanura merupakan terminal minyak terbesar di dunia.

Baca Juga:
PBB Tangguhkan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz usai Insiden Serangan

Aktivitas pemuatan minyak di Ras Tanura dilakukan di tengah meningkatnya ketidakstabilan di Selat Hormuz. Baru-baru ini, sebuah kapal kargo melaporkan dugaan serangan saat mencoba melewati perairan itu 

Ini merupakan insiden pertama sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bulan ini. Kesepakatan itu juga mencakup dibukanya kembali Selat Hormuz.

Baca Juga:
Harga Minyak Bangkit 2 Persen, Insiden Kapal di Oman Picu Kekhawatiran Selat Hormuz

Ras Tanura terletak di pantai timur Arab Saudi di Teluk dan berada di sebelah barat Selat Hormuz. Sebelum konflik, tempat ini mengekspor lebih dari lima juta barel minyak mentah per hari. Kilang minyak domestik terbesar di Arab Saudi, dengan kapasitas 550.000 barel per hari, juga terletak di Ras Tanura, yang ditutup selama perang sebagai tindakan pencegahan.  

Aramco terakhir kali memuat kargo dari pelabuhan Ras Tanura untuk China pada 8 Maret, menurut data LSEG, dan harus mengalihkan ekspornya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah blokade Iran terhadap Selat Hormuz selama perang dengan AS dan Israel mencegah kapal memasuki Teluk.

Perang tersebut menyebabkan ekspor minyak mentah Saudi merosot menjadi sekitar empat juta barel per hari dalam tiga bulan terakhir, turun hampir setengahnya.

Harga minyak global turun lebih dari USD1 per barel pada Jumat setelah sempat naik menyusul laporan serangan terhadap kapal kargo tersebut. Pasokan meningkat setelah pengiriman minyak mentah melalui selat tersebut naik minggu ini ke level tertinggi sejak konflik pecah. 

 Iran juga mempercepat ekspornya setelah Washington untuk sementara mencabut sanksi, dengan dua kapal tanker VLCC kosong - Natsumi dan Halti - memasuki Teluk pada Jumat untuk memuat minyak. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakapolda Metro-Kasdam Jaya tinjau langsung kamtibmas di Jakarta Pusat
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Lapangan Jadi Tempat Berlindung Korban Gempa Venezuela
• 16 jam laludetik.com
thumb
Satgas PHK Klaim Berhasil Tunda Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bandara Husein Bandung Ditargetkan Mulai Beroperasi Lagi 17 September 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Jambi
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.