Festival Minangkabau Tarik Perhatian Dunia, Budaya Ikonik Dongkrak Pariwisata

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BATUSANGKAR — Festival Minangkabau yang diselenggarakan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, kembali menjadi daya tarik wisata karena menampilkan beragam budaya khas Minangkabau yang ikonik.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan Festival Minangkabau merupakan agenda tahunan. Pada penyelenggaraan tahun ini, salah satu yang paling menyita perhatian wisatawan adalah Baju Milik, pakaian adat khas masyarakat Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan.

"Kami melihat banyak pengunjung yang kagum melihat Baju Milik yang menjadi kebanggaan masyarakat Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan. Hal ini turut menambah suasana semakin meriah karena antusiasme pengunjung," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026).

Pada Festival Minangkabau tahun ini, sebanyak 180 orang mengenakan baju Milik. Busana khas perempuan yang menjadi kekayaan budaya lokal tersebut biasanya dikenakan dalam berbagai acara adat, seperti batagak gala, pesta pernikahan (baralek), dan kegiatan adat lainnya. Keunikan busana tersebut juga menjadikannya salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto.

Baju Milik terdiri atas tangkuluak, baju hitam, rok hitam, selendang, ikat pinggang, serta kambuik bajaik. Menurut Eka, pakaian adat tersebut memiliki filosofi yang melambangkan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah serta mencerminkan prinsip adat nan indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan.

"Inilah salah satu tujuan pelaksanaan Festival Minangkabau ini. Panganan atau kuliner tempo dulu disajikan di sini. Selain mengobati kerinduan, juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM," ujarnya.

Baca Juga

  • Gubernur Sumbar: Konsep Menjaga Alam Sejalan dengan Falsafah Minangkabau
  • Silek Tradisi Minangkabau Jadi Ekstrakurikuler Wajib di SMA

Eka menjelaskan Festival Minangkabau berlangsung selama empat hari, yakni 25–28 Juni 2026. Selama penyelenggaraan, berbagai hiburan juga digelar setiap malam di Lapangan Cindua Mato (LCM) Batusangkar dengan menghadirkan sejumlah artis Minang.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi mengatakan Festival Minangkabau menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan juga kekuatan masa depan yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat.

Dia menyampaikan Festival Minangkabau 2026 kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan menjadi salah satu ajang strategis untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Menurut Mahyeldi, Festival Minangkabau menjadi ruang perjumpaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Festival tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana menjaga identitas, memperkuat jati diri, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Minangkabau.

"Festival Minangkabau bukan hanya sebuah perayaan budaya, tetapi juga sarana untuk menjaga identitas, memperkuat jati diri, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur," ujarnya.

Festival tahun ini menampilkan beragam kekayaan budaya Minangkabau, mulai dari pawai budaya, tari tradisional, arak-arakan jamba, makan bajamba, permainan anak nagari tempo dulu, pameran benda pusaka, desa wisata, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga berbagai pertunjukan seni budaya.

Menurut Mahyeldi, ragam atraksi tersebut menunjukkan bahwa budaya Minangkabau merupakan budaya yang hidup, berkembang, dan tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia menambahkan, keberhasilan Festival Minangkabau masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) untuk keenam kalinya membuktikan bahwa budaya lokal yang dikelola secara profesional mampu menjadi kekuatan promosi daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

"Pariwisata budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. UMKM bergerak, usaha kuliner terjual, penginapan terisi, transportasi hidup, dan anak nagari memperoleh ruang untuk berkarya. Inilah yang terus kami dorong, yakni pariwisata yang berakar pada budaya dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Mahyeldi menilai sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat. Pada triwulan I/2026, ekonomi daerah tumbuh 5,02%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Selain memperkuat penyelenggaraan event budaya, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat juga terus mengoptimalkan promosi digital melalui kolaborasi dengan para influencer untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata dan agenda budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BSA Logistics (WBSA) Akuisisi 99% Saham SJM, Perkuat Bisnis Depo Peti Kemas
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
86% Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Berlogo PSI, Jokowi Terbang ke Lampung: Saya Ingin Jadikan PSI Mesin Politik Besar
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Deretan Kendaraan Sitaan KPK, dari Ducati hingga Nissan GT-R
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Mensesneg Sebut Presiden Cek 3 SPPI Kopdes Meninggal saat Latihan Militer
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.