Piala Dunia 2006: Akhir Dominasi Brasil, Jerman, dan Tentu Saja Zidane

beritajatim.com
4 jam lalu
Cover Berita

Memang susah menjadi juara di rumah sendiri, dan Jerman gagal melakukannya saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Tak hanya itu. Setelah 28 tahun, sejak Piala Dunia 1978, akhirnya dominasi Brasil dan Jerman patah. Baru pertama kali sejak 1978, partai puncak Piala Dunia tidak mempertandingkan Jerman dan/atau Brasil.

Cek saja. Jerman (Barat) adalah finalis Piala Dunia 1982, 1986, dan 1990. Brasil adalah finalis Piala Dunia 1994 dan 1998. Lalu keduanya saling berhadapan dalam final Piala Dunia 2002.

Ini kali kedua Jerman menjadi tuan rumah setelah 1974. Dalam pemungutan suara, mereka mengalahkan Afrika Selatan dengan selisih tipis, setelah delegasi Oseania, Charles Dempsey, memilih abstain karena mengaku mendapat tekanan dan merasa keselamatannya terancam.

Ingin mengulang sukses ganda pada 1974, Jerman membuka turnamen dengan kemenangan spektakuler 4-2 atas Kosta Rika. Philipp Lahm mencetak gol indah pada menit keenam, disusul dua gol Miroslav Klose dan satu gol Torsten Frings. Paulo Wanchope sempat dua kali memperkecil ketertinggalan.

Namun, mereka kesulitan menghadapi Polandia dalam pertandingan yang berlangsung keras di Grup A. Kiper Polandia, Artur Boruc, tampil gemilang. Namun, gol tunggal Oliver Neuville sudah cukup untuk mengamankan tiga angka. Jerman menjadi juara grup dengan mengemas poin sempurna setelah mengalahkan Ekuador 3-0 pada pertandingan terakhir.

Brasil juga tampil meyakinkan pada fase grup. Dua gol Ronaldo Nazario saat mengalahkan Jepang 4-1 membuatnya tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 15 gol sejak 1998. Dia berhasil mematahkan rekor 14 gol pemain Jerman Barat, Gerd Müller.

Argentina dan Belanda berhasil lolos dari Grup C yang juga dihuni Pantai Gading dan Serbia-Montenegro. Argentina mengalahkan Serbia-Montenegro 6-0. Salah satu gol dicetak Esteban Cambiasso melalui skema 24 operan.

Spanyol dan Portugal sama-sama menyapu bersih kemenangan di fase grup. Sebaliknya, Prancis harus bekerja keras untuk lolos dari Grup G. Setelah hanya bermain imbang melawan Swiss dan Korea Selatan, mereka baru bisa memastikan diri lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Togo 2-0.

Italia di bawah Marcello Lippi lolos dari fase Grup E setelah mengalahkan Ghana dan Ceko masing-masing 2-0 serta ditahan imbang Amerika Serikat 1-1.

Ghana yang diperkuat Michael Essien dan Stephen Appiah membuat kejutan dengan lolos ke babak selanjutnya sebagai runner-up Grup E setelah berhasil mengalahkan Ceko 2-0 dan Amerika Serikat 2-1.

Kendati dikritik pers karena lebih memilih Theo Walcott yang belum berpengalaman dan mencoret Darren Bent, pelatih asal Swedia Sven-Goran Eriksson berhasil membawa Inggris menjuarai Grup B, menyisihkan Paraguay, Swedia, serta Trinidad dan Tobago.

Namun, Inggris harus menempuh jalan mendaki menyusul cedera lutut yang diderita Michael Owen dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Swedia yang berakhir 2-2. Gol Marcus Allback pada pertandingan itu menjadi gol ke-2.000 dalam sejarah Piala Dunia.

Australia membuat sejarah di bawah asuhan Guus Hiddink dengan lolos ke babak 16 besar setelah dalam pertandingan terakhir Grup F bermain imbang 2-2 dengan Kroasia.

Namun, orang akan lebih mengingat pertandingan itu karena kesalahan wasit Graham Poll asal Inggris yang keliru memberikan tiga kartu kuning kepada bek Kroasia Josip Simunic. Simunic akhirnya dikeluarkan dari lapangan.

Di babak 16 besar, Jerman menyingkirkan Swedia melalui dua gol cepat Lukas Podolski. Sementara itu, gol tunggal hasil tendangan bebas David Beckham membawa Inggris mengalahkan Ekuador.

Di sisi lain, Argentina harus bekerja keras sebelum menyingkirkan Meksiko 2-1. Maxi Rodriguez mencetak gol kemenangan pada perpanjangan waktu melalui kontrol dada dan tendangan voli yang indah.

Pertandingan Portugal melawan Belanda menghadirkan apa yang disebut sebagai Battle of Nuremberg. Wasit Valentin Ivanov mengeluarkan empat kartu merah dan 16 kartu kuning. Cristiano Ronaldo bahkan harus ditarik keluar akibat tekel keras Khalid Boulahrouz.

Pertandingan itu mencerminkan Piala Dunia 2006 sebagai turnamen paling keras sepanjang sejarah dengan rekor 345 kartu kuning dan 28 kartu merah.

Italia menunjukkan soliditasnya sebagai kandidat juara setelah, dengan sepuluh pemain, berhasil mengalahkan Australia 1-0. Gol tunggal Francesco Totti melalui titik putih pada menit 90+5 menyelamatkan wajah juara dunia tiga kali itu.

Ronaldo Nazario kembali mencetak gol saat Brasil mengalahkan Ghana 3-0 di babak 16 besar. Dia kemudian menghadapi Prancis di perempat final yang sebelumnya mengalahkan Spanyol 3-1 berkat gol Franck Ribery, Patrick Vieira, dan Zinedine Zidane.

Dalam pertandingan perempat final itu, Zidane menjadi pemain terbaik di lapangan. Umpan tendangan bebasnya diselesaikan Thierry Henry menjadi satu-satunya gol yang membawa Prancis ke semifinal.

Sementara itu, gol Gianluca Zambrotta dan dua gol Luca Toni membawa Italia melaju ke semifinal setelah mengalahkan Ukraina 3-0 di perempat final.

Inggris kembali gagal di perempat final setelah kalah adu penalti dari Portugal. Wayne Rooney mendapat kartu merah, sementara Cristiano Ronaldo mencetak penalti penentu kemenangan. Kiper Ricardo menjadi penjaga gawang pertama dalam sejarah Piala Dunia yang menggagalkan tiga tendangan penalti dalam satu adu penalti.

Harapan Jerman untuk kembali ke partai puncak gagal setelah dikalahkan Italia 0-2 di semifinal melalui gol Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero pada penghujung perpanjangan waktu. Andrea Pirlo menjadi protagonis lewat umpan briliannya kepada Grosso.

Di pertandingan lainnya, Zidane menjadi penentu kemenangan 1-0 Prancis atas Portugal melalui gol penalti. Hasil itu mengakhiri rekor sempurna Luiz Felipe Scolari yang sebelumnya selalu menang sebagai pelatih di Piala Dunia.

Dalam partai puncak, Prancis unggul lebih dahulu lewat penalti Zidane. Pria keturunan Aljazair itu dengan gagah berani menendang bola ke atas sehingga membentur mistar sebelum masuk ke gawang Gianluigi Buffon.

Italia menyamakan kedudukan melalui sundulan Materazzi yang meneruskan bola hasil sepak pojok Pirlo. Bola tendangan Luca Toni sempat membentur mistar, sementara Florent Malouda merasa layak memperoleh penalti kedua.

Menjelang akhir babak pertama perpanjangan waktu, Zidane hampir memastikan kemenangan ketika menyambut umpan Willy Sagnol dengan sundulan keras. Namun, Buffon berhasil menepis bola sehingga peluang emas itu gagal berbuah gol.

Drama terbesar yang bakal dikenang sepanjang masa terjadi pada masa perpanjangan waktu. Setelah terlibat adu kata dengan Materazzi, Zidane menanduk dada bek Italia tersebut hingga terjatuh. Akting Materazzi layak mendapatkan Piala Oscar, sementara Zidane harus mandi lebih cepat karena diganjar kartu merah.

Kendati dinobatkan sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen, Zidane yang saat itu berusia 34 tahun bakal lebih dikenang bukan karena gol atau assist, melainkan pelanggaran yang mengakhiri kariernya dengan cara memalukan.

Pertandingan final itu diakhiri dengan adu penalti. David Trezeguet menjadi satu-satunya pemain yang gagal mencetak gol setelah tendangannya membentur mistar. Fabio Grosso sukses mengeksekusi penalti terakhir yang memastikan Italia meraih gelar juara dunia keempat.

Keberhasilan pelatih Marcello Lippi membawa anak-anak asuhnya menjuarai Piala Dunia 2006 mengakhiri sorotan terhadap sepak bola Italia yang sedang diguncang skandal pengaturan pertandingan dalam kompetisi Serie A. [wir/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dari Kebiasaan Main Media Sosial Menurut Psikologi
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
‎Ruben Onsu Siap Kembali Transfer Nafkah Anak ke Sarwendah, Asalkan Tiga Syarat Ini Dipenuhi
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Kejutan! Ekuador Gasak Jerman 2-1 dan Segel Tiket 32 Besar Lewat Peringkat 3 Terbaik
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Polda Metro Sikat 635 Penjual Tramadol Berkedok Toko Kosmetik dan Kelontong
• 23 menit laludetik.com
thumb
Hapus Stigma Masyarakat, Warga Binaan Lapas Salemba Dibekali Jiwa Wirausaha
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.