JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemampuan elite suatu bangsa untuk bekerja sama menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan sebuah negara.
Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang para pemimpinnya mampu bersinergi memiliki peluang lebih besar untuk bangkit dan mencapai potensinya.
"Bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerja sama, itu bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitnya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," kata Prabowo dalam pidatonya di Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
BACA JUGA:Dudung Pasang Badan, Benarkan Pernyataan Prabowo yang Tahu Siapa Dalang Demo Bayaran
Prabowo mengajak seluruh pihak untuk belajar dari berbagai konflik yang masih terjadi di sejumlah kawasan dunia.
Ia mencontohkan perang yang berlangsung di Ukraina dan berbagai konflik di Timur Tengah sebagai bukti bahwa perpecahan di tingkat elite dapat membawa dampak besar bagi masyarakat.
Menurut Prabowo, perang di Ukraina telah berlangsung sangat lama dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
"Kita lihat apa yang terjadi di Gaza, di Palestina, di Lebanon. 90 persen dari Gaza rata. Mungkin sama akibatnya dengan Hiroshima atau Nagasaki," ujarnya.
BACA JUGA:Prabowo: Hampir di Setiap Bidang Pemerintahan Saya Libatkan Guru Besar
Selain itu, Prabowo menyebut konflik yang masih berlangsung di Afghanistan, Balochistan, dan Myanmar, serta meningkatnya ketegangan antara Thailand dan Kamboja.
Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan membangun kerja sama di dalam negeri.
Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Prabowo menilai Indonesia perlu terus memperkuat solidaritas antarelite dan seluruh elemen bangsa.
BACA JUGA:Kicau Prabowo soal 4 Kali Kalah Pilpres: Saya Tak Bikin Gaduh Pemimpin yang Terpilih
"Di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain elit yang tidak bisa kerja sama," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam bernegara tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan para pemimpin untuk bekerja bersama demi kepentingan nasional.
- 1
- 2
- »





