Terkini, Gowa – Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, dijadwalkan menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi di Dusun Datarang, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Ahad 28 Juni 2026 besok.
Kehadiran Bupati Gowa menjadi momentum penting dimulainya pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi yang merupakan pesantren pertama yang dibangun Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) di luar Pulau Jawa sejak organisasi tersebut berdiri pada 17 Agustus 1967.
Lokasi pembangunan Ponpes Madani ParmusiSekretaris DPW Parmusi Sulawesi Selatan yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Syamsuddin, M.Si., mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan peletakan batu pertama telah rampung. Selain Bupati Gowa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa juga dipastikan hadir.
“Informasi yang kami terima, Ibu Bupati siap hadir. Begitu pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa telah menyatakan kesiapannya menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi,” kata Syamsuddin.
Pondok Pesantren Madani Parmusi menjadi tonggak penting bagi organisasi yang sejak 2016 kembali menguatkan visi dan misinya melalui empat pilar utama, yakni keimanan dan ketakwaan, dakwah, sosial, ekonomi, serta pendidikan.
Selama ini, Parmusi aktif mengembangkan program Desa Madani di berbagai wilayah terpencil, terluar, dan perbatasan Indonesia.
Dari aktivitas dakwah tersebut lahir gagasan untuk menghadirkan sebuah pesantren yang menjadi pusat pendidikan Islam, pembinaan akhlak, pengembangan peradaban, sekaligus destinasi wisata religi.
Berawal dari Sebidang Tanah WakafGagasan pembangunan Pondok Pesantren Madani bermula saat Ketua DPW Parmusi Sulawesi Selatan, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, SH., MH., melaksanakan kegiatan sosial, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi di Kelurahan Tamaona pada Januari 2026.
Dalam kesempatan itu, Abu Bakar menyampaikan keinginannya agar Parmusi memiliki pesantren sendiri dan menanyakan kemungkinan adanya lahan wakaf kepada Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao, Drs. H. Abdul Rahman L., M.Si.
Respons positif pun datang dari Abdul Rahman yang langsung menawarkan lahan miliknya untuk diwakafkan.
“Ada saya punya tanah, itu bisa kita gunakan. Kalau perlu jangan dulu pulang ke Makassar sebelum kita lihat lokasinya,” ujar Abdul Rahman.
Rombongan Parmusi kemudian meninjau langsung lokasi tersebut pada 23–24 Januari 2026. Kawasan yang berada di dataran tinggi itu dinilai sangat strategis karena berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bone, serta Kecamatan Tinggimoncong.
Lima Bulan PersiapanSelama lima bulan berikutnya, berbagai proses administrasi berhasil diselesaikan, mulai dari ikrar wakaf yang dilaksanakan pada 28 Maret 2026 hingga penerbitan akta wakaf.
Parmusi juga membentuk Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara sebagai badan hukum pengelola pesantren yang diketuai Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M.Hum.
Dalam proses tersebut, Parmusi melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa serta Pemerintah Kabupaten Gowa.
Seluruh pihak memberikan dukungan terhadap pembangunan pesantren yang diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam di kawasan pegunungan Gowa.
Dihadiri Pengurus Pusat ParmusiProsesi peletakan batu pertama juga akan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Parmusi, Dr. Drs. Ali Amran Tanjung, SH., M.Hum., didampingi Sekretaris Jenderal KH Tairman Elon, SH., MH., bersama sejumlah pengurus harian DPP Parmusi.
Ketua DPW Parmusi Sulawesi Selatan, Abu Bakar Wasahua, berharap Pondok Pesantren Madani Parmusi mampu melahirkan generasi Islam yang unggul, berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, serta memiliki kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris.
“Kami berharap Pondok Pesantren Madani Parmusi menjadi pusat pembinaan generasi Islam yang beriman, berakhlak, menghafal Al-Qur’an, menguasai bahasa Arab dan Inggris, serta menjadi kebanggaan masyarakat Gowa dan Indonesia,” ujar Abu Bakar.
Ia optimistis kehadiran pesantren tersebut tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam bagi masyarakat Tombolo Pao dan Kabupaten Gowa, tetapi juga mampu menarik santri dari berbagai daerah di Indonesia sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pengembangan peradaban Islam.




