Pansus Moker DPRK Mimika Temui Said Iqbal, Minta Pemerintah Tuntaskan Persoalan Buruh Papua Tengah

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Panitia Khusus Mogok Kerja (Pansus Moker) DPRK Mimika bertemu Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. 

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang hingga kini masih dihadapi ribuan pekerja di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. 

Baca Juga :
Momen Sakral 5 Eks Anggota OPM Kodap XXVIII/Yambi-Mewoluk Ikrar Setia ke NKRI, Pendekatan Humanis TNI Berbuah Manis
Presiden KSPSI Ungkap 55.000 Buruh Terancam PHK, Satu Perusahaan Sudah Tutup Operasional

Ketua Pansus Moker DPRK Mimika, Derek Tonouye, menjelaskan kehadiran timnya merupakan bentuk upaya memperjuangkan hak-hak pekerja yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan penyelesaian yang memadai. Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan di Papua Tengah telah berlangsung hampir sembilan tahun tanpa solusi yang jelas dari negara. 

"Kami datang kemari, bertemu bapak Said Iqbal sebagai penasehat khusus presiden karena adanya persoalan buruh, dimana selama sembilan tahun negara dinilai tidak mampu selesaikan, sehingga kehadiran negara menjadi pertanyaan besar? Kemana pemerintah kita," ujar Derek. 

Derek menegaskan, Pansus Moker dibentuk untuk mengawal proses penyelesaian sengketa ketenagakerjaan, termasuk memastikan pelaksanaan nota pertama yang menyatakan aksi mogok ribuan buruh sah secara hukum dan telah diterbitkan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. 

Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut dilakukan semata-mata untuk membela kepentingan masyarakat dan pekerja yang selama ini mengadu kepada wakil rakyat. 

"Kami duduk di sini bukan karena kepentingan partai politik atau pemerintah pusat, melainkan karena ada rakyat. Ada masyarakat yang setiap hari datang mengeluh kepada saya, menanyakan bagaimana penyelesaian hak-hak mereka setelah memberikan suara," ujar Derek. 

Pansus Moker juga memberikan tenggat waktu kepada pemerintah pusat dan pihak terkait untuk segera merespons tuntutan para pekerja. Derek menegaskan pihaknya akan mengambil langkah lanjutan apabila hingga masa kerja pansus berakhir belum ada penyelesaian yang konkret. 

"Saya akan tunggu sampai bulan Agustus. Ini adalah masa kerja Pansus selama enam bulan. Jika sampai bulan Agustus persoalan ini tidak ada realisasi dan penyelesaian, saya akan memimpin langsung aksi di Kabupaten Mimika," tegas Derek. 

Dalam kesempatan yang sama, Said Iqbal menjelaskan bahwa sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, tugas utamanya adalah memberikan analisis kebijakan, masukan, dan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait berbagai isu ketenagakerjaan.

Baca Juga :
Masih Ingat Eduard Ivakdalam? Maestro Lini Tengah Persipura Jayapura yang Sekarang Jadi ASN
Wakapolri: Buruh Fondasi dan Roda Penggerak Utama Perekonomian Nasional
Dorong Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan, Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Pemda Berprestasi di Papua

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR Setuju Latsarmil SPPI Dihentikan Sementara Usai 4 Peserta Meninggal
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Melihat Proses Pemilahan Sampah Plastik untuk Daur Ulang di Tangerang
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menkeu Purbaya Ancam Pangkas Anggaran Instansi yang Hambat Investasi
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Swiss Matikan Reaktor Nuklir Imbas Gelombang Panas Ekstrem
• 10 menit laludetik.com
thumb
PUMA hadirkan fitnes racing untuk sambut HYROX Jakarta 2026
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.