Danantara Satukan 45 Hotel BUMN, InJourney Siap Gaet Investor Strategis

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai mengonsolidasikan aset perhotelan badan usaha milik negara (BUMN) melalui penggabungan seluruh hotel BUMN ke dalam pengelolaan PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi sektor hospitality untuk meningkatkan nilai aset sekaligus membuka peluang masuknya investor strategis.

Sebanyak 45 hotel milik sejumlah BUMN menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA). Penandatanganan tersebut menjadi tahap awal konsolidasi aset hotel BUMN di bawah payung InJourney.

Kepala BPI BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan penyatuan hotel-hotel BUMN merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri perhotelan milik negara.

"Penyatuan seluruh hotel BUMN di bawah payung InJourney adalah lompatan besar dalam menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality kita agar lebih berdaya saing," kata Dony dilansir Antara, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, skema CSPA dipilih untuk memastikan proses konsolidasi berjalan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Dony mengatakan proses tersebut belum berhenti pada 45 hotel. Danantara menargetkan penandatanganan CSPA akan bertambah pada awal pekan depan sehingga seluruh proses konsolidasi dapat terus dipercepat.

Baca Juga

  • InJourney Rombak 4 Bandara Tahun Ini, dari Soetta hingga Ngurah Rai
  • Klook Gandeng Garuda dan InJourney, Dorong Digitalisasi Pariwisata RI
  • Insiden Atap Bocor Terminal 3 Soetta, InJourney: Perbaikan Rampung Besok

"Momentum positif ini akan terus kita jaga, dan kami memproyeksikan adanya penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lainnya pada awal pekan depan. Ini adalah langkah konkret menuju optimalisasi nilai aset dan struktur manajemen yang lebih tangguh," katanya.

Secara keseluruhan, Danantara menargetkan sekitar 120 hotel BUMN akan bergabung di bawah pengelolaan InJourney. Dengan portofolio tersebut, InJourney diproyeksikan menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia.

Menurut Dony, konsolidasi tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan nilai aset sekaligus menciptakan industri pariwisata yang lebih efisien dan terintegrasi.

"Dengan terkonsolidasinya seluruh hotel BUMN menjadi fondasi yang solid untuk melakukan value creation. Transformasi ini pada akhirnya akan menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi," ujarnya.

Sebelumnya, Dony juga menyampaikan bahwa setelah proses konsolidasi sedikitnya 100 hotel BUMN rampung, Danantara akan membuka peluang kemitraan strategis dengan investor melalui berbagai skema kerja sama.

Seluruh aset hotel tersebut akan disatukan ke dalam PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality sebelum ditawarkan kepada mitra strategis sebagai bagian dari upaya optimalisasi nilai aset negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Menkeu Ancam Pangkas Anggaran Instansi yang Hambat Investasi
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
5 Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal saat Pelatihan, Kemenhan Evaluasi Latsarmil
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Ketua PN Wamena Lantik Lima Anggota DPRK Mamberamo Tengah Jalur Adat
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Importa Raih Rekor MURI atas Penjualan 1 Juta Lemari Pakaian Besi dalam 5 Tahun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Ahli Perkirakan 80 Ribu Bayi di Indonesia Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.