Terkini, Gowa – Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat melalui sikap jujur, adil, bertanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Hasrul mengatakan, pemimpin memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah pembangunan sekaligus membentuk budaya pemerintahan dan kehidupan masyarakat.
Keteladanan yang ditunjukkan pemimpin akan menjadi contoh bagi aparatur pemerintah maupun warga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Kalau ingin daerah menjadi baik, pemimpinnya harus menjadi teladan terlebih dahulu. Kepemimpinan yang jujur, adil, dan bertanggung jawab akan melahirkan kepercayaan masyarakat. Dengan kepercayaan itu, masyarakat akan lebih mudah diajak bergotong royong membangun daerah,” ujar Hasrul.
Meski demikian, ia menilai keberhasilan suatu daerah tidak hanya bergantung pada sosok pemimpinnya.
Berbagai faktor lain juga turut menentukan, mulai dari kinerja aparatur pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, penegakan hukum, kualitas pendidikan, budaya masyarakat, hingga kondisi ekonomi dan sumber daya yang dimiliki daerah.
Karena itu, menurut Hasrul, pemimpin yang baik harus mampu menjadi motor penggerak perubahan sekaligus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
“Pemimpin memang menjadi penggerak utama, tetapi kemajuan daerah hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur, baik pemerintah maupun masyarakat, berjalan bersama dengan semangat kebersamaan,” katanya.
Hasrul juga menyampaikan harapannya kepada pemimpin Kabupaten Gowa ke depan agar selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.
Ia menilai kepemimpinan yang transparan, terbuka terhadap aspirasi masyarakat, serta berorientasi pada pelayanan publik merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah.
“Saya berharap pemimpin Gowa senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat, mengelola amanah secara transparan, serta terus bekerja meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan pemerataan pembangunan. Dengan begitu, Gowa dapat menjadi daerah yang semakin maju, aman, dan sejahtera,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hasrul menekankan bahwa seorang pemimpin juga harus memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan apabila terjadi kekeliruan dalam mengambil kebijakan.
“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berbesar hati mengakui kesalahan. Mengakui kekeliruan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab dan integritas. Dengan sikap itu, kepercayaan masyarakat akan tetap terjaga, dan setiap kesalahan dapat menjadi pelajaran untuk menghadirkan kebijakan yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.




