Jakarta, VIVA – Publik masih menyoroti proses perceraian Larissa Chou dengan Ikram Rosadi yang kini bergulir di Pengadilan Agama Ngamprah, Bandung. Di tengah perhatian terhadap rumah tangganya, Larissa mengungkapkan pengalaman yang tak kalah mengejutkan.
Selebgram tersebut mengaku menjadi sasaran fitnah dan komentar kebencian di media sosial yang diduga dilakukan oleh satu orang melalui banyak akun palsu.
Pengakuan itu disampaikan Larissa melalui akun Threads pribadinya. Menurut mantan istri Alvin Faiz tersebut, ada seseorang yang berusaha membangun opini negatif tentang dirinya dengan membuat berbagai akun media sosial palsu.
Meski sempat merasa terganggu, Larissa kini memilih untuk tidak larut dalam situasi tersebut dan lebih fokus menjalani kehidupannya.
Larissa Chou Mengaku Diserang Banyak Akun Palsu
Melalui unggahan di Threads, Larissa mengungkapkan bahwa selama hidupnya baru kali ini ia bertemu dengan seseorang yang menurutnya begitu berniat menyebarkan kebencian.
"Seumur hidup baru ketemu satu orang jahat yang parah banget dan memang sakit jiwa, sampai bikin akun banyak buat bikin utasan dan hate comments soal aku," tulisnya, sebagaimana dikutip pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Larissa mengatakan, orang tersebut berusaha mengubah pandangan masyarakat terhadap dirinya dengan menyebarkan berbagai fitnah. "Karena dia enggak suka dan mau merusak citra baik dan berharap orang akan melihat aku sesuai gambaran yang dia buat. Satu orang doang tetapi jahatnya kayak ribuan haters."
Tak Mau Lagi Terpengaruh Komentar Negatif
Meski sempat resah karena menjadi sasaran fitnah dan ujaran kebencian, Larissa mengaku kini tidak lagi ingin terlalu memikirkan tindakan orang tersebut. Ia justru merasa jijik sekaligus iba karena seseorang rela menghabiskan banyak waktu hanya untuk menjatuhkan orang lain.
"Jadinya malah sejijik dan kasian itu sama orang jahat itu, karena bisa meluangkan waktu seniat untuk jahat ke orang dan itu perempuan. Kalau kita sadar value diri sendiri dan punya ketenangan emosional yang tinggi, rasanya enggak terlalu merasa terganggu dan tetap merasa aman."
Menurut Larissa, mengenali nilai diri sendiri dan memiliki ketenangan emosional menjadi kunci agar tidak mudah terpengaruh oleh komentar maupun opini negatif yang beredar di media sosial.





