Jumhur Tegaskan Komitmen RI dalam Transisi Energi di Forum Internasional, Lindungi Lingkungan Hidup sekaligus Pekerja

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjalankan transisi energi yang berprinsip pada perlindungan lingkungan hidup dan pelestarian ekosistem sekaligus pelindungan pekerja.

Hal tersebut diutarakan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat di forum Global Electrification and Transition Energy Summit (GETES) 2026 di London, Inggris, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :
Krisis Selat Hormuz Dinilai Bisa Jadi Titik Balik Dunia, Era Dominasi Minyak Disebut Mulai Memudar
Kinerja 2025 Positif, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Akselerasi Transisi Energi

"Bagi Indonesia, transformasi ke depan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Kami memastikan bahwa setiap langkah pengembangan yang diambil tetap mengedepankan standar lingkungan yang ketat agar selaras dengan komitmen iklim nasional kita serta memastikan perlindungan bagi pekerja terdampak," kata Jumhur, dikutip Sabtu (27/6/2026).

Di hadapan forum High-Level Ministerial and CEO Dialogue di forum GETES 2026 di London itu, Jumhur menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas terbesar di dunia. Sehingga, dirinya mengklaim bahwa RI memiliki peran krusial dalam mitigasi perubahan iklim global.

Jumhur lalu menjelaskan bahwa keberadaan hutan tropis yang luas, hamparan lahan gambut, serta ekosistem mangrove yang tersebar luas di tanah air adalah pilar utama dalam menjaga keseimbangan iklim bumi.

Oleh sebab itu, kata Jumhur, Indonesia kini berkomitmen untuk terus menjaga harmoni antara akselerasi ekonomi, transisi energi, perlindungan sumber daya alam dan perlindungan pekerja sebagai pondasi utama pembangunan berkelanjutan.

Arah kebijakan yang diusung oleh Pemerintah Indonesia ini sejalan dengan seruan internasional yang digaungkan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres.

Di hadapan para pemimpin dunia dan CEO sektor energi, Guterres menggarisbawahi urgensi tinggi dalam memacu proses transisi energi global yang adil, inklusif, dan tidak meninggalkan satu negara pun di belakang.

Guterres mengingatkan bahwa esensi utama dari proses transisi energi itu adalah bagaimana kebijakan tersebut mampu membawa dampak positif yang nyata, menciptakan lapangan kerja baru, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan bagi masyarakat di seluruh dunia.

Terkait seruan itu, Jumhur menyatakan kembali bahwa Indonesia siap dalam mengimplementasikan kerangka kerja tersebut melalui pendekatan terintegrasi yang menempatkan kelestarian alam sebagai komponen utama.

"Prioritas kami adalah memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan tetap terintegrasi dengan pedoman lingkungan yang kuat. Pendekatan ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk menjaga konsistensi antara pertumbuhan ekonomi dan target pelestarian lingkungan," tutur Jumhur.

Baca Juga :
4.000 Pekerja di Jatim Terancam PHK, Said Iqbal: Serikat Buruh dan Manajemen Masih Negosiasi
Cara Kemenko PM Siapkan SDM Indonesia Bersaing di Pasar Kerja Global
Bikin Resah Pekerja di Kramat Raya, Pria Berompi Futsal Diciduk Polisi dan Positif Methamphetamine

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Adrianto
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Legislator Komisi I Minta Latihan Militer ke Calon Manajer Kopdes Disetop
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
BMKG Ungkap Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga 2 Juli 2026, Cek Daerahmu
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Terungkap! Ini Kronologi dan Penyebab Wafatnya 5 Peserta Latsarmil Calon Manajer Kopdes
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perbedaan Analisa Pengamat dan Ketua BRN soal Tujuan Safari Politik Jokowi, Amankan Gibran 2029?
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.