Israel-Lebanon Sepakat Damai, Hizbullah Warning Perang Saudara

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Ken Cedeno

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel dan Lebanon akhirnya menandatangani perjanjian kerangka kerja di Washington pada Jumat (26/6) waktu setempat, setelah perundingan selama beberapa hari untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan milisi Hizbullah yang didukung Iran. Kedua pihak memandang kesepakatan tersebut sebagai langkah awal.

Duta Besar Lebanon Nada Moawad dan mitranya dari Israel, Yechiel Leiter, menandatangani dokumen trilateral bersama AS di Departemen Luar Negeri di Washington, namun hanya memberikan sedikit perincian.


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan tersebut memungkinkan pasukan Israel untuk terus menduduki Lebanon selatan jika Hizbullah tidak melucuti senjatanya.

"Hari ini kita telah mengambil langkah pertama dalam perjalanan yang akan sulit, namun merupakan langkah yang penting, esensial, dan perlu dilakukan," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelum kesepakatan itu ditandatangani, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/6/2026).

Dalam pernyataan selanjutnya, ia mengatakan AS akan memfasilitasi pelaksanaan kesepakatan tersebut melalui "Kelompok Koordinasi Militer untuk Lebanon" yang bersifat trilateral. Washington akan mengerahkan sumber daya yang signifikan, termasuk bantuan kemanusiaan segera senilai US$100 juta (Rp1,7 triliun), yang dikoordinasikan dengan PBB.

Rubio menambahkan AS menegaskan kembali niatnya untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Bersenjata Lebanon "agar dapat lebih efektif menegakkan kedaulatan di seluruh wilayah Lebanon" melalui dana lebih dari US$30 juta (Rp538 miliar), sesuai dengan wewenang dan alokasi anggaran AS yang sudah ada.

Konflik antara Israel dan Hizbullah meletus ketika kelompok bersenjata tersebut melancarkan serangan terhadap Israel pada 2 Maret 2026, beberapa hari setelah AS dan Israel menyerang Iran. Serangan Hizbullah itu memicu serangan udara dan darat Israel yang telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di Lebanon serta menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Moawad dari Lebanon juga menyebut langkah ini sebagai "langkah awal" menuju pemulihan kedaulatan Lebanon.

"Iran keluar, Hizbullah keluar, dan jalan menuju perdamaian antara Israel dan Lebanon terbuka," ujar Leiter.

Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu mengatakan kesepakatan tersebut juga memungkinkan tentara Lebanon bersiap mengambil alih kendali wilayah, yang diawali dengan dua "zona percontohan". Di zona-zona ini, pasukan Israel akan menarik diri dari wilayah yang sempat mereka duduki selama perang berlangsung.

Israel menyebut wilayah tersebut sebagai "zona keamanan" atau "zona penyangga" tempat pasukannya dapat menggagalkan serangan Hizbullah ke wilayah utara Israel.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan kesepakatan tersebut seharusnya memungkinkan warga Lebanon untuk kembali ke tanah yang "sepenuhnya dibebaskan" dan rumah-rumah yang telah dibangun kembali, tanpa adanya "pihak lain" yang turut campur dalam kedaulatan wilayah itu.

Jumlah korban tewas di pihak Israel akibat rangkaian permusuhan dengan Hizbullah ini mencakup sedikitnya 32 tentara dan empat warga sipil Israel. Hizbullah tidak merilis angka korban tewas dari pihak mereka dalam perang ini.

Reuters melaporkan pada 4 Mei bahwa ribuan pejuang Hizbullah telah tewas dalam perang tersebut.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Reuters pada Kamis (25/6), Israel sudah setuju untuk menarik diri dari sebagian wilayah yang didudukinya. Klaim ini dibantah para pejabat Israel maupun Lebanon.

Pilihan Redaksi
  • Ternyata Ada 'Pengacau' Perdamaian AS-Iran, Disebut 'Penjahat'
  • Iran Warning Antek-Antek Trump di Timteng, Selat Hormuz Jadi Taruhan

Sebelum perundingan dilanjutkan pekan ini, Israel dan Hizbullah sepakat melakukan gencatan senjata, meskipun Israel tetap menempatkan pasukannya di Lebanon selatan.

Hizbullah Peringatkan Perang Saudara

Kekerasan terus berlanjut sejak gencatan senjata diberlakukan. Pada Jumat (26/6), Israel menyatakan pasukannya telah menyerang dan menewaskan tujuh orang yang disebut militer sebagai anggota Hizbullah yang beroperasi di dekat wilayah pendudukan Israel. Reuters tidak dapat mengonfirmasi hal ini.

"Sejauh mana tentara Lebanon berhasil membongkar kekuatan dan melucuti senjata Hizbullah, kami akan melanjutkan dengan zona percontohan tambahan serta penetapan akhir perbatasan yang aman, disepakati bersama, dan diakui secara internasional," ujar Leiter kepada para wartawan usai penandatanganan kesepakatan.

Anggota parlemen dari Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan otoritas Lebanon tidak akan mampu menegakkan kesepakatan tersebut kecuali dengan dukungan AS. "Mereka memicu perang saudara," demikian dilaporkan oleh saluran penyiaran pro-Iran, Al Mayadeen.

Hizbullah akan menentang setiap langkah yang diambil otoritas Lebanon dan akan makin mempertahankan persenjataan mereka. Fadlallah menambahkan bahwa penentangan kelompoknya bersifat "serius" dan mereka tidak akan membiarkan otoritas melaksanakan komitmen tersebut di lapangan.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Israel Bombardir Lebanon, 32 Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amanda Manopo Layangkan Somasi Buntut Jadi Korban Dugaan Pencemaran Nama Baik
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Pramono Berharap STY Bikin Persija Juara
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Panglima TNI Kunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman di Magelang
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Empat dari Belasan Demonstran Ditangkap Polisi di Grahadi Diketahui Identitasnya, KontraS: 1 Pekerja Warung Kopi
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
Menkeu sebut AIIB akan buka kantor perwakilan di RI
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.