Grid.ID - Belum lama ini, Sarwendah ngadu ke Komnas Perempuan terkait dengan permasalahannya dengan sang mantan suami. Hal itu pun ditanggapi oleh kuasa hukum Ruben Onsu.
Ya, baru-baru ini, Sarwendah ngadu ke Komnas Perempuan. Hal itu ia lakukan pada Selasa (23/6/2026).
Mengenai kedatangan Sarwendah, Komnas Perempuan pun mengungkap tujuannya. Komisioner Komnas Perempuan, Irwan Setiawan mengatakan bahwa eks anggota Cherrybelle itu ingin berkonsultasi terkait dengan permasalahan yang tengah dihadapinya.
"Poin isi suratnya seperti itu. Dia ingin berkonsultasi terkait apa yang dialami oleh klien kami. Tentunya Komnas Perempuan, sesuai mandatnya, terbuka bagi siapa pun yang ingin berkonsultasi, melakukan audiensi, ataupun pengaduan," jelasnya, dikutip dari KOMPAS.com pada Sabtu (27/6/2026)
Ia mengungkap bahwa sebenarnya Sarwendah sudah mengajukan konsultasi sejak beberapa waktu yang lalu. Namun, pihak pengaduan baru bisa menerima hal itu.
"Permohonan audiensinya sudah disampaikan beberapa hari yang lalu. Kemudian baru diterima oleh teman-teman dari bagian pengaduan dan pemantauan kemarin," jelasnya.
Akan tetapi, Irwan menegaskan bahwa pihaknya tak bisa membuka isi konsultasi tersebut. Hal ini merupakan kewajiban Komnas Perempuan untuk merahasiakannya.
"Yang kemarin itu belum sampai tahap pengaduan, tetapi masih konsultasi saja," sambungnya.
Sedangkan, kuasa hukum Sarwendah, yakni Chris Siwu mengungkap bahwa pihaknya hanya ingin berdiskusi. Hal itu, tambahnya, bertujuan untuk mendapatkan solusi.
"Kami di sini berdiskusi, kami di sini mencari solusi. Kami tidak bermaksud apa pun, apalagi hal-hal yang negatif. Kami hanya ingin berdiskusi dan mencari solusi," sambungnya.
Namun, hal itu ternyata juga sampai di telinga kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Dikutip dari TribunSeleb pada Sabtu (27/6/2026), Minola juga bereaksi terhadap kabar Sarwendah ngadu ke Komnas Perempuan.
Menurut Minola, Ruben sudah memberikan kewajibannya pada sang mantan istri dan anak-anaknya untuk mengirimkan nafkah. Namun, karena haknya tidak terpenuhi, Ruben memilih untuk menghentikan hal itu.
Sedangkan, mengenai Sarwendah ngadu ke Komnas Perempuan, hal ini adalah tentang sebab akibat. Menurut Minola sudah hal wajar jika kliennya menghentikan nafkah tersebut.
"Ini yang namanya hukum sebab-akibat. Selama ini Ruben selalu memberikan kewajibannya untuk menafkahi anak. Nilainya juga tidak kecil. Maka ketika kewajiban itu ditunda pasti ada sebabnya." jelasnya.
Kemudian, Minola juga merasa langkah yang diambil Sarwendah kurang tepat. Pasalnya, Ruben sendiri merasa sudah tidak bisa bertemu dengan anaknya selama 6 bulan terakhir. Sedangkan, komunikasi dengan anak-anaknya juga terputus.
"Jadi aneh saja menurut kami. Seharusnya sesuatu yang sudah diakui kebenarannya oleh Ruben Onsu ya tidak perlu lagi dibuktikan. Toh kan diakui. Kecuali kalau Ruben menyangkal," sambungnya.
Soal nafkah yang dipersoalkan pihak Sarwendah, Minola menegaskan bahwa kliennya adalah orang yang pekerja keras. Mengenai mengirim nafkah, adalah hal yang tidak perlu diingatkan lagi.
Namun, yang menjadi persoalan adalah Ruben justru kesulitan bertemu anak-anaknya meski sudah mengirim nafkah. Hal ini yang lagi-lagi ditegaskan Minola sebagai pokok permasalahan.
"Yang dipermasalahkan Ruben itu kenapa dia tidak diberikan waktu bertemu anak sesuai kesepakatan, dua sampai tiga hari dalam seminggu. Itu keberatan utama Ruben. Saya tegaskan, Ruben itu pekerja keras, tak usah diingatkan soal nafkah," lanjutnya.
Dirinya pun juga meminta Sarwendah untuk transparan membuka besaran biaya nafkah untuk anak-anaknya. Bukan hanya soal nafkah yang dihentikan oleh Ruben Onsu.
"Yang dipermasalahkan Ruben itu kenapa dia tidak diberikan waktu bertemu anak sesuai kesepakatan, 2-3 hari dalam seminggu. Itu keberatan utama Ruben. Saya tegaskan, Ruben itu pekerja keras tak usah diingatkan soal nafkah," jelasnya lagi.
Hingga saat ini konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih belum menemukan titik temu. Meskipun keduanya sempat bertemu sebelum sang presenter kondang berangkat umrah. (*)
Artikel Asli



