REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafi'i menegaskan Islam mengajarkan pernikahan sebagai fitrah manusia yang telah dipersiapkan Allah secara sempurna. Karena itu, menurut dia, Islam menolak hubungan sesama jenis, baik gay maupun lesbian, yang dinilai bertentangan dengan tujuan penciptaan manusia.
Hal ini disampaikan Romo Syafi'i saat membuka "Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo" yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan nikah massal bagi puluhan pasangan.
- Belum Terkalahkan, Begini Skenario Iran Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia
- Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latihan Kemiliteran, Ini Kronologinya
- Album Baru Bernadya Eksplorasi Musik Era 2000-an
Romo Syafi'i menjelaskan bahwa Allah telah membekali laki-laki dan perempuan dengan cinta (mawaddah), kasih sayang (rahmah), naluri seksual, serta alat reproduksi agar keduanya membangun rumah tangga melalui pernikahan yang sah.
"Makanya Allah benci melihat laki-laki sama laki-laki, gay namanya. Allah jijik nengok perempuan sama perempuan, lesbian namanya. Karena begitu sempurna Allah menyiapkan semua rasa dan alat atau wadah pernikahan agar kita menikah," ujarnya saat menyampaikan nasihat pernikahan di hadapan puluhan pasangan nikah massal.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Menurut dia, seluruh perangkat biologis maupun psikologis manusia telah dipersiapkan Allah untuk membangun keluarga. Karena itu, hubungan sesama jenis dinilai tidak sesuai dengan tujuan penciptaan manusia dan syariat pernikahan.
Romo Syafi'i mengatakan, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang damai dan negara yang kuat.
"Karena kepada kita dititipkan satu amanah untuk membuat masyarakat yang aman dan tenteram. Bangsa yang baik dimulai dari masyarakat kecil yang baik. Masyarakat kecil yang baik ditentukan oleh rumah tangga yang baik," ucapnya.
Ia menjelaskan, tujuan pernikahan sebagaimana termaktub dalam Alquran adalah agar pasangan memperoleh ketenangan hidup. Selain itu, Allah juga menganugerahkan cinta dan kasih sayang sebagai bekal utama membangun keluarga sakinah.
Dalam kesempatan itu, Romo Syafi'i juga mengapresiasi penyelenggaraan Nikah Fest yang dinilai membantu masyarakat, terutama pasangan yang terkendala biaya maupun proses administrasi pernikahan.
Menurut dia, kehadiran negara melalui Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menjadi solusi bagi masyarakat yang telah siap menikah tetapi terhambat persoalan ekonomi.
"Kegiatan ini sangat dibutuhkan. Banyak yang sudah sampai pada keputusan menikah, tetapi membayangkan proses dan pembiayaan sehingga menunda niat sucinya. Kehadiran negara melalui Kementerian Agama membuat kesulitan itu bisa diatasi," katanya.
Romo Syafi'i menambahkan, Nikah Fest tidak hanya menghadirkan layanan nikah massal, tetapi juga bimbingan perkawinan, literasi keuangan, edukasi zakat, hingga kemudahan akses program rumah bersubsidi hasil kerja sama Kementerian Agama dengan kementerian terkait.
Dia berharap program tersebut dapat memperkuat ketahanan keluarga Indonesia sehingga lahir keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah yang menjadi fondasi masyarakat dan bangsa.




