JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta agar pendidikan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dilanjutkan tanpa ada materi latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P itu mengakui pelatihan manajemen koperasi tetap dibutuhkan. Namun, pendekatan militer yang telah menimbulkan korban jiwa perlu dihentikan.
"Pelatihan manajemen koperasi harus tetap berjalan karena sangat dibutuhkan. Namun latihan dasar kemiliteran yang justru merenggut nyawa peserta sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan metode pembinaan yang lebih relevan dengan tugas mereka," ujar TB Hasanuddin, Sabtu (27/6/2026).
Baca juga: 32 Peserta Latsarmil Kopdes-Kampung Nelayan Ternyata Hamil, Sudah Dipulangkan
Usulan tersebut disampaikan TB Hasanuddin setelah Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali mengumumkan adanya satu calon manajer KDMP wafat saat mengikuti Latsarmil pada Sabtu pagi ini.
Dia mengingatkan, pelatihan yang telah menelan lima korban jiwa ini harus menjadi momentum perbaikan desain pendidikan bagi calon manajer koperasi bentukan negara.
“Sehingga tujuan membangun sumber daya manusia unggul dapat tercapai tanpa mengorbankan keselamatan para peserta,” jelas TB Hasanuddin.
Baca juga: Kemenhan Beri Santunan Rp 50 Juta untuk Keluarga 5 Calon Manajer Kopdes yang Meninggal
Menurut TB Hasanuddin, tugas utama para calon manajer koperasi adalah mengelola dan mengembangkan usaha secara profesional.
Mereka juga harus mampu memperkuat tata kelola koperasi dan memberdayakan ekonomi masyarakat.
“Karena itu, materi pelatihan seharusnya lebih berfokus pada kompetensi manajerial, kepemimpinan, kewirausahaan, akuntansi, serta pengelolaan koperasi, bukan latihan fisik bergaya militer yang berisiko tinggi,” pungkas TB Hasanuddin.
Baca juga: Kemenhan Klaim Porsi Latihan Fisik di Latsarmil Kopdes Tak Jadi Beban bagi Peserta
Diberitakan sebelumnya, Kemenhan mengungkapkan sudah ada lima orang calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar militer (latsarmil) hingga Sabtu (27/6/2026).
"Atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKMP KNMP 2026 yang sedang mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial," kata Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia di kantor Kemenhan, Jakarta Sabtu siang.
Ketut menjelaskan, calon manajer kelima Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia adalah Nola Dya Sari yang mengikuti latsarmil di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan.
Baca juga: Kronologi Calon Manajer Kopdes di Kalimantan Meninggal: Sempat Ikut Kelas, Malamnya Wafat
Dia menyebutkan, pada Jumat (26/6/2026) kemarin, Nola masih mengikuti pembelajaran terkait teknik perkebunan di ruang kelas.
Namun, pada Jumat petang pukul 18.45 WIB, Nola mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas.
"Tim kesehatan satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang," kata Ketut.





