Mencetak Nakhoda Masa Depan dari Kepulauan Seribu

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Menghasilkan sumber daya manusia yang berkompeten dan siap berkompetisi dalam dunia kerja menjadi salah satu tantangan besar bagi setiap sekolah menengah kejuruan atau SMK. Terlebih, kebutuhan akan lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai standar industri terus meningkat seiring perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terhubung secara global.

Di berbagai sektor, termasuk industri maritim, perusahaan kini mencari tenaga kerja yang siap bekerja sejak hari pertama dengan sertifikasi kompetensi dan pengalaman praktik yang memadai. Persaingan tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari tenaga kerja negara lain yang memiliki keterampilan sesuai standar internasional. Karena itu, SMK dituntut mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus mampu bersaing di pasar kerja global.

Di tengah tantangan itu, SMK Negeri 61 Jakarta terus memperkuat perannya sebagai sekolah vokasi maritim unggulan. Berlokasi di Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, sekolah ini mengembangkan pendidikan berbasis potensi kelautan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Dari lima jurusan yang diajarkan, jurusan Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga telah mendapatkan pengakuan resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan yang menyatakan SMKN 61 Jakarta, layak dan memenuhi standar untuk menyelenggarakan jurusan pendidikan dan pelatihan bagi calon Perwira Dek (Deck Officer) dan Perwira Mesin (Engineer) Kelas IV.

Status ini menjadikan ijazah para lulusan jurusan tersebut dapat diterima di industri pelayaran global sesuai standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW)

"Kemarin anak-anak lulusan dari SMKN 61 Itu belum bisa bersaing menjadi perwira. Kalaupun dia bekerja, jadi ABK. Dengan menerima sertifikat approval ini Insya Allah, anak-anak sudah mengantongi namanya ANT 4. Dia punya sertifikat untuk melanjutkan ke ANT 3, 2, dan 1 sehingga besok punya potensi untuk menjadi perwira di kapal. Bisa jadi kapten," kata Tohari, Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Tohari saat ditemui di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (24/6/2026).

Selain dua jurusan tersebut, ada pula tiga jurusan lain yang diajarkan di sini, yakni Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, Kuliner, serta Nautika Kapal Penangkapan Ikan yang sudah diakui Kementerian Kelautan. Lulusannya diharapkan siap menjadi pelaut hingga pebisnis di bidang maritim masa depan yang tangguh.

Masalah ketika siswa itu berangkat ke luar negeri adalah kemandiriannya yang tidak bisa jauh dari orangtua. Masalah bahasa juga.

Untuk mendukung misi tersebut, SMKN 61 Jakarta telah dilengkapi dengan fasilitas modern yang memenuhi standar industri, antara lain bridge simulator, engine simulator, serta berbagai laboratorium penunjang lainnya. Fasilitas ini dirancang untuk membentuk kompetensi teknis siswa agar siap bersaing di dunia kerja nasional maupun internasional.

Baca JugaSMK dan Industri Tak Kunjung Selaras, 1,6 Juta Lulusan Menganggur

Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus mengatakan, lokasi sekolah di Pulau Tidung menjadi kekuatan tersendiri bagi para siswa karena mereka tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga secara langsung melakukan praktik di laut. Kondisi geografis ini memungkinkan siswa memahami karakteristik lautan yang sesungguhnya, mulai dari kondisi cuaca, arus, hingga ekosistem perairan, sehingga pengalaman belajar menjadi sangat kontekstual dan aplikatif.

SMKN 61 Jakarta juga terus memperluas peluang kerja lulusannya diwujudkan melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang secara aktif menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan kerja (LPK). Salah satu jalur yang terbukti berhasil adalah program penempatan hingga 30 alumni ke Jepang dalam lima tahun terakhir.

Mereka kini berkarier di perusahaan perikanan dan kuliner di Jepang yang menandakan daya saing lulusan yang mampu menembus pasar tenaga kerja global. Pada tahun 2026 ini, sudah ada 10 siswa yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti program penempatan kerja ke Jepang

"Murid kami ada 348 orang, kebanyakan justru dari daratan Jakarta, bukan dari Kepulauan Seribu. Lulusannya sedang kami fokuskan untuk bisa bekerja ke luar negeri, seperti ke Jepang, Taiwan, dan lain-lain, kalau di dalam negeri sudah biasa," ucapnya.

Kendala bahasa

Meski begitu, Firdaus mengakui, sertifikat keahlian bidang maritim saja masih belum cukup. Sebab, kebanyakan dari siswa yang pernah magang ke luar negeri masih memiliki catatan pada kemandirian bekerja dan berbahasa di negara lain.

"Memang yang jadi masalah ketika siswa itu berangkat ke luar negeri adalah kemandiriannya yang tidak bisa jauh dari orangtua. Masalah bahasa juga," tutur Firdaus.

Untuk mengatasi masalah itu, SMKN 61 Jakarta menerapkan sistem pendidikan ketarunaan yang mengutamakan kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab. Pola pendidikan ini membentuk taruna menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian yang tinggi, nilai-nilai yang sangat diperlukan dalam dunia kerja maritim yang penuh tantangan.

Baca JugaSMK Berupaya Siapkan SDM Kemaritiman untuk Penuhi Kebutuhan Global

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Yudhistira Nugraha menegaskan, pengakuan internasional pada dua jurusan ini serta adanya alumni yang bekerja di luar negeri menjadi bukti bahwa sekolah di pulau kecil mampu menghasilkan sumber daya manusia kelas dunia.

Kemendikdasmen, lanjut Yudhistira, terus menyiapkan sejumlah langkah penguatan pendidikan, mulai dari pembangunan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas guru, hingga penguatan pendidikan karakter kepada 44 sekolah negeri dan sembilan sekolah swasta yang ada di Kepulauan Seribu melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama.

"Pendekatan pertama adalah pembangunan infrastruktur fisik melalui revitalisasi satuan pendidikan. Pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 sekolah dan ke depan akan diprioritaskan untuk daerah 3T, wilayah terdampak bencana, serta sekolah yang mengalami kerusakan," kata Yudhistira.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
287 WNA dan 4 WNI Jadi Tersangka Kasus Judi Online Hayam Wuruk, WNA Terbanyak dari Vietnam
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Mutasi Polri: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Pentingnya Penanganan Dini Bibir Sumbing untuk Kualitas Hidup Anak
• 15 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Buronan 'Most Wanted' Asal China Terkait Kasus Online Scam Ditangkap, Begini Tampangnya!
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Resmi Hengkang dari Persib Bandung, Robi Darwis Wajib Masuk Dalam Daftar Belanja Pemain Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.