Bisnis.com, JAKARTA - Gempa bumi terjadi terus-menerus di seluruh dunia karena lempeng tektonik planet ini terus bergeser.
Namun, banyak orang mulai bertanya-tanya kenapa waktunya berdekatan dan bahkan terjadi di hari yang sama. Apakah ada hubungannya?
Berikut deretan gempa bumi di dunia yang terjadi bersamaan dalam waktu 24 jam 1. Gempa bumi magnitudo 5,6 California UtaraPada pukul 8:10 pagi PT, gempa bumi berkek magnitude 5,6 dirasakan oleh ribuan orang di California Utara. Pusat gempa berada kurang dari 7 mil di sebelah utara Redwood Valley.
Menurut USGS , lebih dari 5.000 orang merasakan gempa tersebut, dengan warga dari San Francisco hingga Eureka melaporkan adanya guncangan.
Para ahli seismologi mencatat empat gempa susulan setelah gempa utama.
Beberapa warga melaporkan kerusakan mulai dari struktur rumah yang retak dan atap yang ambruk, hingga gambar dan vas yang jatuh.
Baca Juga
- Deretan Gempa Kekuatan Lebih dari Magnitudo 5 di Indonesia Dalam Beberapa Hari Terakhir
- Korban Gempa Venezuela Bertambah Jadi 188 Jiwa, 1.520 Orang Luka
- Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami
Dua gempa bumi dahsyat dengan magnitudo lebih dari 7,0 mengguncang Venezuela pada Rabu sore – menyebabkan kerusakan parah dan menewaskan serta melukai ratusan orang.
Pada pukul 7:30 pagi PT hari Kamis, setidaknya 164 orang tewas dan hampir 1.000 orang terluka setelah gempa kembar tersebut. Para pejabat mengatakan gempa kembar itu termasuk yang terkuat yang melanda negara itu dalam lebih dari satu abad.
Menurut Survei Geologi AS , gempa pertama berkekuatan 7,2 terjadi pada pukul 15.04 PT, dan gempa berkekuatan 7,5 terjadi hanya 39 detik kemudian. Dalam pernyataan siaga merah yang jarang terjadi, USGS menulis: "Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi, dan bencana ini kemungkinan meluas."
Dalam sebuah unggahan di media sosial , Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat siap membantu dalam penanganan pandemi yang sedang berlangsung.
3. Gempa bumi magnitudo 6,9 di pantai utara Jepang.Sekitar pukul 15.30 PT, gempa dahsyat berkekSaan 6,9 skala Richter melanda sekitar 18 mil di sebelah timur Kuji, Jepang.
Menurut USGS , pusat gempa tercatat pada kedalaman 31,6 mil. Meskipun gempa terjadi di laut, tidak ada bahaya tsunami dan tidak ada laporan cedera serius.
Adakah hubungannya?Gempa bumi berkekekuatan 5,6 skala Richter mengguncang daerah pedesaan di California utara pada hari Rabu. Beberapa jam kemudian, gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter menghantam pantai utara Jepang dan dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela dalam peristiwa yang menyebabkan banyak korban jiwa.
Sejumlah gempa bumi signifikan tercatat di berbagai belahan dunia dalam kurun waktu 24 jam, termasuk di Venezuela, Jepang, California, Filipina, dan Papua Nugini.
Waktu kejadian yang berdekatan ini memicu pertanyaan di dunia maya, namun para ahli seismologi menyatakan bahwa gempa-gempa tersebut kemungkinan besar tidak saling berkaitan. Menurut para ahli, peristiwa semacam ini terjadi secara independen akibat pergerakan lempeng tektonik, dan kemiripan waktu kejadiannya dianggap sebagai kebetulan statistik, bukan bukti adanya satu peristiwa seismik global yang sama.
USGS memperkirakan bahwa sekitar 16 gempa bumi dengan magnitudo 7,0 atau lebih besar terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, meskipun jumlah pastinya bervariasi dari tahun ke tahun.
Getaran gempa terjadi dalam rentang waktu delapan jam, memicu spekulasi daring tentang apakah keduanya saling terkait.
Para ahli mengatakan bahwa itu tidak benar.
Menurut William Barnhart, asisten koordinator program bahaya gempa bumi Survei Geologi AS, kejadian-kejadian tersebut memang memiliki kesamaan yaitu semuanya terjadi di sepanjang batas lempeng yang terkenal dengan bahaya seismik tinggi. Namun, waktu kejadiannya pada hari Rabu hanyalah sebuah kebetulan.
“Gempa bumi terjadi setiap hari di seluruh dunia. Sebagian besar terjadi jauh dari permukiman manusia,” kata Barnhart. “Kemarin adalah hari yang sangat aneh di mana terjadi beberapa gempa bumi yang cukup signifikan di daerah-daerah yang dirasakan oleh penduduk.”
Barnhart mengatakan, gempa bumi besar berpotensi memicu getaran di bagian lain dunia.
Namun, menurut Martin Hudson, profesor adjung teknik sipil dan lingkungan di UCLA, kejadian efek berantai seperti itu yang terjadi ribuan mil terpisah adalah hal yang tidak biasa.
Sebagai perbandingan, gempa awal berkek magnitude 7,1 di Venezuela kemungkinan memicu gempa susulan berkek magnitude 7,5 karena kedekatannya.
“Sebuah patahan mungkin sudah siap bergeser, dan kemudian jika terjadi gempa bumi di dekatnya, hal itu menyebabkan patahan tersebut melewati batasnya,” kata Hudson.
"Setiap tahunnya, terdapat puluhan gempa bumi dengan magnitudo lebih besar dari 7 di seluruh dunia," kata Hudson.





