Upacara pembukaan berlangsung semarak diikuti kontingen dari enam provinsi, yakni Jateng, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kejuaraan itu menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet taekwondo berprestasi dari berbagai daerah. Luthfi mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan pembinaan olahraga taekwondo di Jateng terus berkembang.
Menurut Luthfi, Gubernur Jateng Cup menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan potensi atlet muda sekaligus melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Di Jawa Tengah banyak lahir atlet-atlet taekwondo yang berkualifikasi internasional. Ada yang mengikuti Olimpiade, kemudian kejuaraan internasional di Uzbekistan, Nepal, dan negara lainnya," kata Luthfi, dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Luthfi, olahraga tidak hanya bertujuan mencetak prestasi, tetapi juga membangun karakter dan menciptakan masyarakat yang sehat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus mendorong pembinaan olahraga sejak usia dini melalui berbagai kejuaraan.
"Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah sangat mendukung potensi anak-anak kita di masa depan melalui kegiatan Gubernur Cup ini," ujar Luthfi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jateng Aria Chandra mengatakan Gubernur Jateng Cup Taekwondo Open Tournament 2026 merupakan wujud upaya Pemprov Jateng bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Jateng dalam meningkatkan pembinaan olahraga prestasi.
Kejuaraan berlangsung selama tiga hari dengan mempertandingkan nomor Kyorugi dan Poomsae untuk kategori Pra Cadet, Cadet, Junior, dan Senior. Sebanyak 2.935 atlet didampingi sekitar 230 pelatih dan ofisial mengikuti kejuaraan tersebut.
Salah seorang peserta kategori Kyorugi Alvis Wadila Setiawan dari Kontingen Temanggung mengaku antusias mengikuti Gubernur Jateng Cup tahun ini.
Menurut Alvis, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding dengan atlet-atlet dari berbagai daerah.
"Persaingan taekwondo di Jawa Tengah cukup ketat karena atlet-atletnya banyak dan berkualitas. Saya sudah mempersiapkan diri dengan serius untuk menghadapi kejuaraan ini," kata Alvis.
Atlet asal Dojang Satria Temanggung itu menargetkan meraih juara pertama pada nomor Kyorugi sekaligus membawa pulang predikat Best Player.
"Harapannya semoga ke depan semakin sukses dan terus ada event-event sebesar ini. Pokoknya sukses untuk Jawa Tengah," pungkasnya.
(anl/ega)





