4 Penyandang Disabilitas Lolos Seleksi Program SPPI, Disebut Bukan Disiapkan Jadi Militer

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkapkan, empat penyandang disabilitas dinyatakan lolos seleksi Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan mengikuti program yang disiapkan untuk mencetak calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Kemenhan Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan mengatakan, diterimanya peserta disabilitas menunjukkan bahwa program SPPI tidak menitikberatkan pada kemampuan fisik.

"Sehingga porsi (fisik) sejak awal itu porsinya tidak berat. Bahkan kami sampaikan di sini, dalam proses rekrutmen juga saudara-saudara kita yang disabilitas juga kita terima. Ada yang lulus, ada empat saudara-saudara kita yang disabilitas," kata Hengki dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Baca juga: Kemenhan Ungkap Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: PBB hingga Hormat Militer

Menurut Hengki, pelatihan yang diberikan kepada peserta SPPI telah disusun dengan porsi yang terukur karena tujuan program bukan untuk mencetak prajurit militer.

Ia menegaskan, aspek yang lebih diutamakan dalam program tersebut adalah pembentukan karakter, disiplin, integritas, serta kemampuan intelektual peserta.

"Artinya terukur adalah awal kita memang ini bukan untuk menjadi militer, tetapi adik-adik ini disiapkan untuk memiliki disiplin, integritas, dan juga etos kerja," tegas Hengki.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah evaluasi penyelenggaraan pelatihan dasar militer (latsarmil) SPPI menyusul meninggalnya lima peserta.

Baca juga: Kemenhan Belasungkawa atas Wafatnya 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih saat Latsarmil

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kelima peserta yang meninggal, yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Ramadani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyebab kematian masing-masing berbeda, yakni henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, tuberkulosis paru aktif hingga pneumonia yang disertai komplikasi medis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Isi Pertemuan Tertutup Prabowo dengan 2.600 Rektor, Dekan, dan Dosen Se-Indonesia
• 16 jam lalukompas.com
thumb
3 Cara Mengenali Orang Cerdas dari Kebiasaan Saat Makan
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ricuh di Kongres AS, Menteri Trump Bentak Anggota DPR: Jangan Tunjuk Saya!
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Legislator DKI Puji Kepercayaan Publik ke Polri Tinggi: Bukti Reformasi Berjalan
• 1 jam laludetik.com
thumb
Pengamat: Harga Biosolar B50 harus dapat bersaing agar diminati 
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.